Manajemen Waktu Ibu Bekerja yang Seimbang

Maret 24, 2020



Salam spirit ibu-ibu milenial. Ternyata sangat seru ya sebagai seorang ibu. Perasaan dan isi kepala yang sibuk bersanding dengan kebanggaan mampu bermain banyak peran, hanya para ibu yang bisa merasakan.

Iya, bagaimana para perempuan dituntut untuk bisa reproduktif, produktif, dan sosial tidak akan pernah bisa lepas dari tugasnya sebagai makhluk special di muka bumi.

Reproduktif, menjalankan fitrahnya sebagai perempuan yang bisa melahirkan, menyusui, mengasuh anak dan mengatur kestabilitasan rumah tangga

Produktif, tuntutan sebagai seorang perempuan dengan karya dan profesinya yang cakap, bisa diandalkan dan mampu menciptakan ide-ide kreatif sesuai bidang dan kemampuan

Sosial, perannya untuk lingkungan dan masyarakat sekitar yang berpengaruh dan bisa melakukan banyak hal.

Tidak pernah sederhana pekerjaan perempuan.

Kekinian, ibu rumah tangga yang juga double job atau merangkap menjadi seorang pekerja kantoran sudah bukan fenomena langka. Bahkan menurut data jumlah wanita bekerja bertambah semakin banyak presentasinya dibanding ibu yang total di rumah. Dan jumlahnya hampir menyamai jumlah pekerja laki-laki.

Dalam hal ini, bukan hanya bekerja kantoran yaa. Karena kemajuan teknologi saat ini bisa mengubah siapapun bisa bekerja dari rumah. Termasuk ibu-ibu yang bekerja tanpa harus kerja kantoran. Next akan saya bahas tema Mencari uang sampingan bagi ibu rumah tangga.

Kesibukan harian tentu sudah sangat menguras waktu dan tenaga bagi para ibu-ibu bekerja. Antara urusan kerjaan dan rumah tangga, belum lagi diri sendiri yang juga harus dibahagiakan.

Bagaimana mengatur waktunya agar seimbang?


1. Buat tabel prioritas kegiatan rutin harian
Saya suka sekali membuat tabel rincian tentang apapun, detail. Entah perencanaan keuangan atau rencana kerja
Saya bagi menjadi tiga : Urusan rumah tangga, Urusan pekerjaan, dan Me time, waktu untuk diri saya sendiri

Urusan rumah tangga : Mulai dari mengatur menu masak harian, jadwal belanja bulanan, masalah keuangan, menyiapkan kebutuhan suami, mandiin anak, dan bebenah rumah

Urusan pekerjaan : tugas dan kewajiban pekerjaan kantor, beberapa job sebagai semi freelancer

Me time : waktu untuk diri saya sendiri, termasuk jadwal baca buku, nonton tayangan favorite, ikut kajian, atau mendengarkan ceramah keagamaan streaming online.

2. Atur waktu sesuai prioritas kegiatan
Dalam 24 jam sehari semalam, tentu kita bisa bagi menjadi beberapa part yang bisa dimasukan segala jenis kegiatan sesuai kebutuhan.
Contoh tabel kegiatan saya

3. Luangkan waktu sendiri
Me time masing-masing orang itu berbeda, ada yang hangout sama teman, benar-benar menyendiri di luar rumah tanpa keluarga dan sahabat, nyalon, spa, nonton seharian di rumah. Dan saya, beberapa kegiatan me time saya adalah baca buku sambil rebahan, nge-blog tanpa diganggu, nonton serial favorite sambil ngemil kwaci, terus anak sama bapaknya main berduaan di kamar sebelah. Itu udah cukup. Terutama ketika libur akhir pekan, punya banyak banget waktu buat me time. Biar gak stress

4. Quality time dengan keluarga
Selain ndusel-ndusel di tempat tidur dengan keluarga saat libur Sabtu Minggu, makan di luar dua minggu sekali atau berkunjung ke rumah keluarga juga bisa jadi pemanfaatan waktu yang cukup untuk bersama keluarga. Sesekali kalau ada waktu cukup dan uang lebih, liburan ke tempat agak jauh juga bisa jadi pilihan hehe

5. Profesional dalam pekerjaan
Pekerjaan apapun lakukan secara professional, saya selalu teringat pesan orangtua. Ketika kelak saya kerja apapun di manapun, lakukan secara professional. Jangan terlalu banyak libatkan perasaan, jujur, amanah. Meski tidak menjadi yang terbaik, jangan pernah menjadi beban bagi perusahaan. Begitu kira-kira.

6. Seimbang antara pengetahuan dunia dan keagamaan
Sesibuk apapun membagi waktu untuk urusan dunia, jangan pernah melebihi keingintahuan kita tentang ilmu akhirat. Terus belajar dan mencari. Seimbangkan waktu antara bekerja mencari rezeki dan selaras dengan ilmu pengetahuan bagaimana mengeluarkan harta yang sebenarnya yang Allah sukai. Jadi gak keblinger nyari uang dan segala cara dihalalkan. Aman.

Setidaknya, ketika kita bisa menyeimbangkan antara urusan orang lain dan pribadi, kepentingan dunia dan setelahnya, hidup itu gak terlalu banyak nganggur gak pentingnya. Dan gak juga menjadi disibukan oleh perkara yang berlebihan. Sewajarnya aja lah, biar seimbang.



You Might Also Like

0 comments

Silahkan tinggalkan pesan di sini: