Alasan Orang Korea Selatan Kurus dan Paradigma 'Gemuk Symbol Kebahagiaan' Bagi Orang Indonesia Kebanyakan

Maret 27, 2020


 

“Duh, si eneng gemukan sekarang, senang yaa…?”
“Kok kurus banget ini badaann, mikirin apa siih..?”

Sering dengar kalimat seruan heboh semacam ini? Yak, mulai sekarang kita berteman.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua teman dan keluarga yang ketika sudah lama gak ketemu, kemudian bilang ‘ih kamu kurusan’.

Untuk perempuan-perempuan urban milenial, kata-kata kurusan atau gemukan itu semacam keberhasilan atau justru kegagalan yang hanya akan didapat dari jerih payah kontrol pola makan, olahraga dan pikiran, untuk orang gemuk.
Atau down karena program penggemukan badannya ternyata masih belum berhasil, untuk tim kurus. Semuanya tidak gampang duhai paman Gepetto.

Ketika saya pulang ke rumah orangtua atau lama gak ketemu keluarga. Di situlah sejujur-jujurnya review bentuk badan saya, ketika mereka bilang “gemukan” atau “kurusan” itu artinya saya sedang berada dalam kondisi tersebut. Fakta.

Ya tinggal dirasain saja, mau bahagia dibilang kurusan, bete dibilang gemukan. Atau sebaliknya. Hehe

Cerita sedikit, bentuk badan saya adalah tipe mesomorph, typical badan yang sebenarnya bisa diatur bentuknya. Ketika gak jaga pola makan ya gemuk ngegombyor, ketika gak makan-makan ya kurus mengkerut. Dan keduanya sama-sama tidak ideal. Terciptalah motivasi untuk membentuk bentuk badan yang paling pas dan paling nyaman diukur dari tinggi badan, berat badan dan kadar lemak yang saya punya dan saya butuhkan.

Sebelum saya bahas paradigma ‘gemuk symbol kebahagiaan’ menurut beberapa orang Indonesia. 
Yuk kenali klasifikasi bentuk badan yang pernah dicetuskan William H. Sheldo, PhD, MD, fisiologis Amerika yang membagi tiga kategori pengklasifikasian bentuh tubuh manusia.

1. Endomorph
Tipikal golongan orang-orang yang punya fisik tebal, terutama bagian tangan dan kaki. Paha dan lengan besar. Lebih gampang naik berat badan daripada menurunkannya.

Ciri-ciri : Badan terlihat bulat, mudah naik berat badan, susah menurunkan kadar lemak, metabolisme rendah dan otot tidak terlalu terdefinisi.

Dengan latihan kardio dan angkat beban seimbang, tim endomorph pelan-pelan pasti bisa membentuk badan ideal. Jangan lupa atur pola makan seimbang, disertai pikiran yang gak stress.

2. Mesomorph
Tipe bentuk badan yang mudah naik dan turun berat badan. Pola asupan yang benar, akan gampang membentuk badan ideal.

Karakter ini, ukuran tulang lebih besar, otot tebal, dada berisi, atletis dan kuat secara natural.

Untuk mendapat bentuk badan ideal, atur pola makan, perhatikan asupan kalori terutama lemak dan protein dengan benar, olahraga hiit kardio rutin.

3. Ectomorph
Tipe bentuk badan yang bisa membakar lemak dan kalori dengan cepat. Makan sebanyak apapun, gak bakal bisa gemuk.

Ciri-ciri: Tubuh kurus, tulang kecil, bahu kecil, dada rata, otot kering dan tipis, abdominal panjang.

Untuk mendapat bentuk badan ideal, tipe ini butuh asupan kalori yang banyak, latihan sedikit kardio dan lebih banyak angkat beban untuk menaikan berat badan dan melatih masa otot yang besar.


Nah itu tadi klasifikasi bentuk badan manusia secara garis besar. Jadi udah tahu kan kalian tipe yang mana? Kalau udah tahu, jangan salah pilih olahraga. Jangan sampe udah olahraga kenceng kok aku ga gemuk-gemuk, atau gak kurus-kurus, mungkin salah ambil paket nge-gym hehe

Kembali ke paradigma ‘gemuk adalah symbol bahagia’ bagi orang Indonesia. Ini jadi salah satu hal yang mungkin membuat orang Indonesia lebih banyak yang gemuk secara rata-rata.

Beberapa pakar kesehatan pernah meneliti, kenapa sih orang-orang di Asia Timur seperti Korea Selatan dan Jepang tuh identik dengan badan yang kecil dan langsing? Ternyata bukan karena operasi plastik doang Marimar, mereka punya alasan tersendiri.

Salah satu alasan kenapa orang Korea Selatan kurus dan langsing, karena pola pikir mereka sudah dibentuk bahwa ‘kurus adalah standard kecantikan ideal’. .
Bahkan dari sejak mereka anak-anak, asupan yang dikasih orang tua setiap hari itu sayur dan buah, bukan makanan gula-gula semacam eskrim, permen apalagi junk food.

Sementara paradigma 'gemuk adalah simbol kebahagiaan' masih diyakini oleh orang Indonesia kebanyakan. 
Dari situ aja udah beda, ya kaaan…?

Menjawab pertanyaan, kenapa orang Korea Selatan rata-rata kurus dan ramping. Ini alasannya:
  1. Penggila sayuran. Karena dari kecil sudah terbiasa diberi sayur dan buah, itu sudah jadi makanan wajib yang harus selalu dikonsumsi. Kalau di kita, masih banyak anak kecil bahkan orang dewasa yang gak doyan sayuran
  2. Jarang makan junk food. Wah ini nih yang kayaknya susah banget ditiru. Di Indonesia nongkrong aja di KFC, acara ulang tahun anak aja dirayain di McD. Mereka makan siang kalau gak sup, pasti barbeque-an, yang bahan bakunya kalau gak direbus ya dipanggang.
  3. Realfood & seafood. Selain sayur, orang Korea juga tergila-gila dengan makanan yang bahan bakunya makanan laut dan sayuran segar. Jelas lebih sehat. Sementara di Indonesia, di tiap rumah numpuknya kalau gak sosis dan nugget ya mie instan, hehe
  4. Pecinta minuman teh. Sudah gak heran kalau di sana anak nongkrong tuh minumannya teh. Jamuan apapun khasnya nge-teh, bukan kopi apalagi minuman soda.
  5. Suka dengan makanan fermentasi. Tahu kimchi kan? Makanan khas Korea Selatan. Ternyata makanan fermentasi itu punya banyak vitamin dan mineral yang bikin badan sehat. Selain itu asam dan cukanya bikin kenyang lebih lama.
  6. Suka jalan kaki. Nah ini yang paling jaraaaang banget dilakukan warga negara Indonesia. Selain tidak didukung oleh fasilitas pedestrian, warganya juga lebih malas. Di Korea dan Jepang, bahkan trotoar untuk pejalan kaki bisa lebih lebar dari jalan rayanya sendiri. Ke mana-mana jalan kaki, termasuk naik transportasi umum. Jarang naik kendaraan pribadi
  7. Gemuk di-bully. Hmm, ini salah satu yang agak beda dengan budaya kita. Di Indonesia anak gemuk itu sehat. Sementara di Korea anak kecil aja gak boleh gemuk, apalagi orang dewasa. Bahkan konon orang kelebihan berat badan di sana sulit mencari teman. Jadi gak heran, kalau ada yang badannya sedikit gak ideal, pasti mati-matian dietnya.
Nah jadi itu lah kenapa orang-orang di Korea Selatan itu kurus dan langsing, bukan hanya aktris atau idol saja ya. Tapi rata-rata warga sana memang punya bentuk badan yang ideal.

Tapi kembali ke cara pandang dan standar kecantikan masing-masing negara dan masing-masing tiap orang yang berbeda. Kita sah-sah saja punya standar kecantikan sendiri, asal bisa menghormati standar kecantikan orang lain.

Terakhir, apapun bentuk badan kita, cintailah diri sendiri. Rawat dengan cinta, dan sayangi dengan hati. Karena itu adalah salah satu bentuk syukur kita kepada Sang Maha yang sudah menciptakan kita sebagai manusia dengan bentuk yang paling sempurna.

Love your self, guys ^^

You Might Also Like

2 comments

  1. Paling sering dibawelin gt sama ibu sendiri pas mudik. Hehehe..

    kok kurusan? Makan yg banyak.. padahal anaknya emank lg pengen ngurusin badan 😁

    Kok tumben gemukan? Trus seminggu kemudian test pack ternyata udah isi 2 bulan.. hahaha.. orang tua emank paling ngerti perubahan anaknya yaa 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah ini kocak sih, tapi emang sama kak. Kalo pas pulang ke rumah, pasti dikomen "ih kurus banget mikirin apa sih?", padahal anaknya mati2an diet hahaha

      Hapus

Silahkan tinggalkan pesan di sini: