2 Oktober 2014

move on


Pernah saya berpikir, suatu hari saya tidak lagi mencintai kamu. Perasaan peduli saya hilang. Dan, barangkali sayang saya berubah menjadi sebuah kebencian.

Ketakutan-ketakutan yang bisa jadi terjadi.
Dan saya pikir, tidak lagi mencintai itu (akan) lebih menyedihkan dari perasaan cinta yang tak terbalas.

Kenyataannya, senyum kamu mematahkan ketakutan saya.

Saya pernah sangat mencintaimu, semakin, dan akan terus begitu sampai entah. Sampai saya tidak punya alasan untuk mencintai kamu. Sampai saya punya jawaban bahwa mencintai kamu adalah bukan pilihan terbaik untuk hidup saya.

Saya tidak pernah menyangkal apa apa yang membuat saya jatuh cinta. Seburuk apapun kenyataanya, saya menghargai segala bentuk perasaan yang saya punya. Anugerah Tuhan paling indah bisa jadi adalah mencintai. Memiliki dan mempertahankan sudah lain persoalan.


Bahwa saya yang mencintai kamu, bahwa saya yang peduli terhadap apapun yang berhubungan dengan kamu. Bahwa saya yang merasa sangat bertanggung jawab terhadap kebahagiaan hari-hari kamu. Bahwa saya yang bahkan tak pedulikan siapa yang ada dalam pikiran kamu, sebab pikiran saya terlalu banyak kamu.