29 September 2019

[Food] REVIEW : Restoran 499, Chinese Food Legendaris di Bandung

Fotonya agak gelap ya, maklum diambil malam hari hehe
Punya usus panjang yang bisa makan banyak tapi gak kenyang-kenyang gak? Coba makan di Restoran 499 yuk!

Yuhuu review kuliner kali ini, saya hadirkan sebuah restoran chinese food yang merupakan salah satu tempat makan legendaris di Kota Bandung. Konon restoran ini sudah ada sejak 1968 lho





Buat yang beragama muslim, tenanggg, di sini menunya 100% halal kok. Dan yang pasti uenaakkknya polll.

Beneran deh enak banget makanan-makanan di sini. Tapi emang kayaknya ga cocok buat dinner atau nge-date sama pasangan. Karena selain tempatnya juga gak santai, agak panas, dan kurang cozy untuk berlama-lama apalagi buat nyatain cinta, menu di sini juga buanyak banget porsinya.

Jadi, pas kalo kamu datang ke sini bawa keluarga besar. Dan yang pasti bawa anggota keluarga yang makannya banyak, biar gak mubazir kebuang gitu makanannya.

Saya baru pertama kali ke sini, bareng keluarga, rame-rame. Kami pesan menu sup asparagus, angsio sayap ayam, mie goreng, bistik sapi, ayam rebus saos jahe, nasi putih, dengan minuman es susu dan jus sirsak dan teh tawar (gratis) sebagai tambahan.

Menu pertama, bistik sapinya juara, bumbunya pas banget, gurihnya daging sapi dengan balutan Tepung crunchy, enak banget pas digigit di mulut, kalo kentang goreng dan lalapan sih, ya so so lah.


Sup asparagusnya juga enak, tapi nothing special, khas sup asparagus restoran-restoran pada umumnya deh.




Yang unik rasa angsio sayap ayamnya yang cenderung manis, dan empuk banget sampe gak ada yang bisa digigit saking lumernya.

Makanan di sini semua bahan dasarnya emang lebih ke rasa gurih manis gitu deh. Bahkan ayam rebus saos jahenya aja masih ada cita rasa manisnya, dengan hangat jahe yang kental. Combo ayam ini sama-sama empuk, pake banget. Kalo kamu kurang suka ayam lembut dan manis, menu ini pasti kurang cocok.

Eits, tapi kamu harus kudu wajib cobain mie gorengnya, INI ENAK BANGET sumpah. Bahkan ini jadi menu terfavorite dan habis duluan.


Setelah baca beberapa review yang lain, ternyata mie goreng 499 emang salah satu menu juara di sini. Beneran enak banget, gurihnya, manisnya, bumbunya, kekenyalan mienya, semua pas. Porsinya banyak banget, bisa buat dimakan 5-6 orang.

Tapi, katanya sih topingnya udah berkurang dibandingkan yang dulu, padahal menurut saya ini aja udah banyak banget. Ada bakso, sosis, ayam dan sayuran hijau.

Saya belum coba menu yang lain selain yang di atas saya sebutin. Tapi numero uno tetap mie goreng, gak ada yang ngalahin deh.

Rate harga makanan di sini, berdasarkan yang kami order aja ya

Sup Asparagus Rp 76.190
Angsio sayap ayam Rp 60.000
Ayam rebus saos jahe Rp 65.238
Bistik sapi Rp 68.095
Mie goreng Rp 58.095
Jus sirsak Rp 20.952
Es susu Rp 12.381

Tapi percaya deh, makan sama keluarga di sini gak bakal nyesel kok, enak-enak, dan porsinya banyak.

Buat kamu yang mau dateng ke Restoran 499 bisa datang ke Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 687, Bandung atau go-food juga bisa kok.

Selamat makaannn....!

21 September 2019

[Book] REVIEW : SAMAN, Ayu Utami - Cinta, Dosa & Perjuangan


Judul: Saman
Penulis: Ayu Utami
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN : 978-979-91-0570-7
Tebal : 206 halaman
Cetakan : ke-31, Mei 2013
Kebebasan yang kita dapat hari ini bukan dari sananya. Kemerdekaan yang hari ini kita nikmati, atau barangkali malah mulai kita benci, dulu diperjuangkan oleh orang-orang yang rela dianiaya. Seperti Saman. - Halaman 203, dalam catatan pengarang
Sinopsis

Empat perempuan bersahabat sejak kecil. Shakuntala si pemberontak. Cok si binal. Yasmin si "ja'im". Dan Laila, si lugu yang sedang bimbang untuk menyerahkan keperawanannya pada lelaki beristri. Tapi, diam-diam dua di antara sahabat itu menyimpan rasa kagum pada seorang pemuda dari masa silam: Saman, seorang pastor yang akhirnya memilih untuk meninggalkan panggilan imamatnya demi menjadi aktivis di antara kaum miskin. ia pun menjadi buron dalam masa rezim militer OrdeBaru sehingga harus melarikan diri ke luar negeri.
Kepada Yasmin, atau Lailakah, Saman akhirnya jatuh cinta?

Membaca Saman, bersiap untuk membolak balik perasaan, antara manisnya romansa, seramnya cerita mistis, vulgarnya hubungan seksual, kekejaman order lama, dan dilema hati manusia menentukan kehidupan dan cinta.

Ayu Utami membuat pembaca jungkir balik dengan isi cerita yang sangat berubah-ubah, runut, dan tidak bisa berhenti sampai bertemu dengan titik penutup.

Mari kita mulai review singkatnya

Tokoh utama novel ini terlalu banyak, empat di antaranya adalah Yasmin Moningka, Laila, Shakun Tala, dan Cok. Mereka punya pembimbing rohani yang sama, Athanasius Wisanggeni.

Empat sekawan dengan karakter yang berbeda-beda, dan nasib hidup yang sangat berbeda. Diceritakan dalam sudut pandang masing-masing, dengan latar belakang kisah masing-masing. Kisah yang semuanya sangat menarik.

Saman, adalah sebuah nama yang akhirnya dipilih Athanasius Wisanggeni atau Wis. Setelah ia jadi buronan kekejaman rezim orba di tahun 80an sampai tahun 90an yang terkenal dengan pemerintahannya otoriter pada zaman itu.

Otoritas pemerintahan yang menjadikan Wis tak berdaya, setelah melakukan 'pemberontakan' pada pemerintah untuk bertindak sewenang-wenang dan menentang peraturan penguasa yang menekan petani di daerah Lubukrantau.

Kepeduliannya pada gadis gila bernama Upi, membuat Wis melakukan banyak hal untuk melindungi gadis itu, desanya, dan lahan perkebunan mereka di desa Lubukrantau.

Penguasa yang tidak suka dengan tingkah Wis dan perlawanan desa Lubukrantau, menjadikan Wis dan semua warga desa tawanan. Menyiksa Wis setiap hari, meneror warga dengan pemerkosaan pada para wanita, dan yang berujung membakar desa. Termasuk membakar Upi.

Wis lari, dan terus berlari, ia berusaha kembali ke gereja tempat asal ia tinggal dan menjadi pastor di Perabumulih. Bahkan gereja pun tidak sanggup menyelamatkannya.

Bagaimana dengan Laila yang sejak kecil mencintai Wis, kemudian setelah dewasa cintanya beralih pada Sihar, pria beristri, dan berharap pertemuan selanjutnya akan menjadikan mereka melakukan hal lebih erotis?

Bagaimana dengan masa lalu Shakuntala yang menjadikan ia begitu benci pada ayahnya. Kemudian ia memilih pergi dan menetap di New York sebagai penari?

Bagaimana Cok yang memilih menjadi binal dan bersedia menyerahkan keperawananya sejak SMP?

Bagaimana dengan Yasmin, perempuan paling cerdas, pengacara sukses, dengan orangtua berduit yang menjadikan hidupnya sangat mudah. Pernikahan yang terlihat sempurna. Perempuan dengan nasib 'terbaik' di banding ke-tiga sahabatnya yang lain. Perempuan yang menyimpan banyak rahasia?
Yang sembunyi dari suaminya, dari ke-tiga sahabat dekatnya, bahwa ia dan Wis saling mencintai, dan berjanji saling bertemu untuk memuaskan hasrat mereka berdua.

Akhirnya kepada empat sahabat inilah, Wis melarikan diri. Dengan bantuan ke-empat sahabat ini, Wis melakukan penyamaran, lari ke New York.
Athanasius Wisanggeni, seorang calon pastor, yang beralih menjadi seorang Aktivis Hak Asasi Manusia, dengan mengubah namanya menjadi Saman.

***
Novel Saman telah diterjemahkan dalam bahasa asing, diantaranya : Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, Prancis, Czech, Italia, dan Korea

Saman adalah pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta 1998
Novel ini juga mendapat penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri karena dianggap telah mendobrak hal yang tabu sekaligus memperluas cakrawala sastra.

20 September 2019

[Book] REVIEW : Perempuan di Titik Nol, Nawal el - Saadawi. Kisah Pelacur yang Menolak Grasi dari Hukuman Mati.


JudulPerempuan di Titik Nol (Women at Point Zero)
PenulisNawal el-Saadawi

Pengantar : Mochtar Lubis
Penerjemah Amir Sutaarga
Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Cetakan : Ke-10 Juni, 2010
Tebal: xiv + 156 halaman

“Saya tahu bahwa profesi saya telah diciptakan oleh lelaki, dan bahwa lelaki menguasai dua dunia kita, yang di bumi ini dan yang di alam baka. Bahwa lelaki memaksa perempuan menjual tubuh mereka denga harga tertentu, dan bahwa tubuh paling murah dibayar adalah tubuh sang isteri. Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk. Karena saya seorang yang cerdas, saya lebih menyukai menjadi seorang pelacur yang bebas daripada menjadi seorang isteri yang diperbudak.”
Bersiap untuk membaca novel ini sampai habis, bersiap untuk merasakan pedih. Kepedihan sebagai sesama 'perempuan' yang selalu dianggap manusia kelas dua oleh budaya patriarki masyarakat Mesir.

Nawal El-Saadawi berhasil membuat karya semi-memoar tentang Firdaus, narapidana wanita yang (dengan susah payah) akhirnya berhasil ditemuinya dalam salah satu risetnya mengenai penyakit syaraf (neurosis) di sebuah sel penjara.

Sinopsis

Novel Perempuan di Titik Nol bercerita tentang Firdaus, seorang pelacur sukses yang kini menunggu hukuman mati di Penjara Qanatir karena telah membunuh seorang laki-laki. Ia menolak semua pengunjung dan tidak mau berbicara dengan siapa pun. Ia biasanya tidak menyentuh makanan sama sekali dan tidak tidur sampai pagi hari. Ia bahkan menolak menandatangani permohonan keringanan hukum dari hukuman mati menjadi hukuman kurungan.

Firdaus menolak pemberian grasi tersebut, dan mengatakan bahwa hukuman mati adalah bentuk kebebasan yang ia paling inginkan.

Sehari sebelum ia dihukum mati, akhirnya ia mau menemui SaadawiFirdaus menceritakan kisahnya pada El Nawawi El-Saadawi

Selamat membaca review menyayat

Kisah Seorang Pelacur

Firdaus kecil tinggal di lingkungan keluarga yang serba kekurangan, bahkan seringnya mereka menahan lapar di tengah malam karena kehabisan makanan. Ibu Firdaus adalah seorang perempuan lemah yang harus tetap melayani sang suaminya, lelaki yang sama sekali tak memberikan afeksi dan perhatian kepada anak-anaknya
“Jika salah satu anak perempuannya mati, Ayah akan menyantap makan malamnya, Ibu akan membasuh kakinya dan kemudian ia akan pergi tidur, seperti yang ia lakukan setiap malam. Apabila yang mati itu seorang anak laki-laki, ia akan memukul Ibu, kemudian makan malam dan merebahkan diri untuk tidur. Ayah tak akan pergi tidur tanpa makan malam terlebih dulu, apapun yang terjadi. Kadang-kadang apabila tak ada makanan di rumah, kami semua akan pergi tidur dengan perut kosong. Tetapi dia akan selalu memperoleh makanan.”
Di awal, Nawal telah menyuguhkan banyak adegan yang membuat pembaca bergidik ngeri.

Setelah orangtuanya meninggal, Firdaus tinggal di rumah pamannya.

Sang paman yang selalu lebih disayanginya daripada ayah dan ibunya. Walaupun sang paman kerap menggerayanginya, Firdaus diberikan kesempatan untuk bersekolah, bahkan hingga SMA.
Meski ia harus dikirim ke sekolah asrama, karena pamannya menikah, dan istrinya tidak suka pada Firdaus.

Tamat SMA, Firdaus kembali ke rumah paman dan bibinya. Firdaus ingin melanjutkan kuliah. Namun jawaban pamannya membuat ia sakit hati.

“Apakah yang akan kau perbuat di Kairo, Firdaus?”
Lalu saya pun menjawab, “Saya ingin ke El Azhar dan belajar seperti Paman.”
Kemudian ia tertawa dan menjelaskan bahwa El Azhar hanya untuk kaum pria saja.

Bingung akan 'dikemanakan' si remaja Firdaus, karena bibinya tidak mau mebiayai hidup apalagi kuliahnya. Akhirnya Paman bibinya menjual Firdaus untuk dijadikan istri oleh kakek tua berumur 60 tahun.
Syekh Mahmoud, suami Firdaus bukan hanya tua tapi dia juga punya luka di wajahnya, yang bahkan ketika memaksa Firdaus bercinta, luka di wajahnya yang seperti bisul bernanah mengeluarkan bau busuk seperti bangkai anjing. Sangat menjijikan.

Bukan hanya luka di wajah, Syekh Mahmoud juga punya luka di hati. Ia kerap memukul dan menendang Firdaus karena dianggap boros dan menghamburkan uangnya.

Firdaus akhirnya melarikan diri. Dalam pelariannya melarikan diri, ia bertemu beberapa lelaki yang awalnya membantu kemudian memperkosanya setiap hari, dan bahkan memukulnya. Firdaus terus berlari dan berjuang meloloskan diri. Perjuangan perempuan yang kebingungan mengenai takdir dari kaumnya.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Sharifa. Perempuan cantik, pelacur kelas atas, yang kemudian membantunya menjadi lebih cantik. Perempuan yang membawakan satu, dua, tiga laki-laki (yang lebih bersih) untuk meniduri Firdaus, setiap hari. Tanpa tahu dia menghasilkan uang banyak dari 'pekerjaan' itu.

Firdaus tidak sadar, bahwa dirinya telah dimanfaatkan Sharifa untuk menghasilkan uang. Salah seorang lelaki yang mendatangi kamarnya itulah yang kemudian menyadarkannya.

Lelaki itu bilang bahwa Shafira sudah menghasilkan uang banyak dari 'menjual' Firdaus. Sekali lagi, Firdaus kabur dari tempatnya tinggal.

Di jalan pelariannya, Firdaus kembali diajak dan diancam bercinta oleh seorang polisi. Kemudian dicampakan. Hingga ia bertemu seorang lelaki bermobil mewah, menawarkan tumpangan.
Lelaki itu membawa Firdaus ke rumahnya yang besar, memandikannya, dan menidurinya.
Pagi harinya, saat Firdaus akan pergi, lelaki itu memberinya sepuluh pon. Uang pertama yang ia hasilkan dari ‘pekerjaan’-nya.

Berkat sepuluh pon pertamanya, keberanian dan kepercayaan diri Firdaus tumbuh. Ia mulai berani menolak dan memilih lelaki yang diinginkannya, dan memasang harga yang mahal atas tubuhnya. Dengan harga yang sangat mahal.

Ia kemudian menjadi pelacur yang sukses, yang memiliki sebuah apartemen, seorang koki, seorang ‘manajer’, rekening bank yang terus bertambah, waktu senggang untuk bersantai atau jalan-jalan, serta kawan-kawan yang ia pilih sendiri sesuai keinginannya.

Namun kata-kata "hina" dan "tidak terhormat" selalu menghantui Firdaus. Iya, ia ingin menjadi wanita terhormat. Pekerjaan yang terhormat.

Dengan ijazah sekolah menengah serta kesungguhannya, Firdaus mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan industri besar. Di perusahaan tempat ia bekerja, terjadi kesenjangan yang lebar antara karyawan berpangkat tinggi dan karyawan rendahan. Banyak karyawati yang merelakan tubuh mereka pada para atasan agar lekas naik pangkat atau agar tidak dikeluarkan. Miris

Namun Firdaus tidak menghargai dirinya semurah itu, terlebih karena pengalamannya yang biasa dibayar dengan harga sangat mahal. Tidak seorang pun di perusahaan itu yang bisa menyentuhnya.

Suatu hari, Firdaus bertemu seorang pria bernama Ibrahim. Ia mencintainya. Mereka saling mencintai. Firdaus sudah akan mengubah sungguh-sungguh jalan kehidupannya, menjadi wanita terhormat, dengan pekerjaan terhormat. Dicintai dan mencintai.

Tapi, tiba-tiba perasaanya mendadak hancur ketika Ibrahim bertunangan dengan putri presiden direktur demi jabatan. Ini penderitaan paling sakit yang pernah ia rasakan.

Selama menjadi pelacur, perasaannya tak pernah ambil bagian, namun dalam cinta, perasaanlah yang jadi pemain utama.
Firdaus memutuskan keluar dari perusahaan itu. Ia kembali menjadi pelacur. Pelacur yang sukses. Lebih sukses dari sebelumnya.

Puncak cerita ini, Firdaus bertemu seorang lelaki yang memaksa untuk jadi germo yang akan melindunginya. Firdaus menolak karena yakin ia bisa melindungi diri sendiri. Firdaus mencoba melawan Marzouk. Namun Marzouk dengan pisau.

Ketika Marzouk akan mengambil pisau dari kantungnya, Firdaus cepat mendahuluinya, dan menikamkan pisau itu dalam-dalam ke leher Marzouk, mencabutnya, menusukkan ke dada Marzouk, mencabutnya lagi, lalu menusukkan lagi ke perut Marzouk, lalu menusukkannya ke hampir seluruh bagian tubuh Marzouk.

Dengan perasaan lega, Firdaus meninggalkan tempatnya.

Di tengah perjalanannya, Firdaus bertemu dengan pangeran Arab yang membayarnya sangat mahal. Setelah tidur, Firdaus dengan kebenciannya marah ketika pangeran Arab itu menyerahkan uang. Maka uang itu ia cabik-cabik menjadi serpihan-serpihan kecil.

Mereka terlibat perdebatan dan berujung pertengkaran. Pangeran Arab itu menganggap Firdaus gila, ia berteriak sampai datang polisi. Firdaus diborgol dan dibawa ke penjara.

Firdaus menolak untuk mengirim surat permohonan keringanan hukum karena menurutnya ia bukan pejahat, para lelakilah yang penjahat.

Novel ini adalah kisah nyata dari sepenggal cerita hidup perempuan yang dipaksa takdir melacurkan harga dirinya. Hingga hidup kemudian menjadikannya sebagai seorang pembunuh. Untuk membuktikan bahwa perempuan tidak selalu harus dinistakan, dibuat bertekuk lutut, diperbudak.
Firdaus senang, ia dipenjara bukan karena kesalahannya membunuh. Tapi karena para lelaki itu takut padanya.
Membiarkan Firdaus hidup sama dengan membiarkan mereka perlahan mati. Membiarkan hukum 'menomor-duakan perempuan' perlahan hilang.

Firdaus senang, dengan tenang ia menerima hukuman matinya. Hukuman yang paling ia nantikan.

19 September 2019

BolehBaca.com Tempat Jual Beli dan Sewa Buku Online, Platform Cerdas Buatan Anak Bangsa


"Buku adalah jendela dunia."
Dari sejak SD, kalimat ini begitu melekat di kepala saya. Sebagai anak-anak yang tinggal jauh dari peradaban kota, hal yang membuat saya tertarik 'melihat dunia' luas pada saat itu, cuma bisa dari membaca buku.

Saya bisa nabung menyisihkan uang jajan, demi untuk beli buku-buku bekas atau majalah loak seminggu/sebulan sekali, rajin nongkrongin tempat penyewaan novel atau komik di sudut pasar, -yang tentu saja saya ga bayar, ga ada uang, baca di tempat, terus dibalikin lagi-, gak pernah bosan atau capek berjam-jam diam di perpustakaan sekolah setelah jam pulang. Saya secinta itu dengan buku.

Satu-satunya tempat saya meminjam buku dan boleh dibawa pulang adalah perpustakaan sekolah, karena di sana gak bayar alias gratis. Sejak SD, SMP, sampai SMA, tempat favorite saya adalah perpustakaan sekolah. Kadang saking cintanya sama salah satu novel atau buku tertentu, saya gak balikin tuh buku ke penjaga perpus, hehe. Caranya saya pinjem 3 dibalikin 2. Gak ketahuan 🙊
Ya Allah, saya akui salah, dan jangan ada yang niru ya :(

Saya segila itu dengan buku. Membaca buku apapun. Karena dengan banyak membaca, saya merasa tidak hanya tinggal di desa terpencil, karena saya bisa melihat banyak kehidupan di belahan dunia lain.

Dan sejak itu sampai saat ini, salah satu keinginan terbesar dalam hidup saya adalah, punya perpustakaan sendiri. Perpustakaan besar.

Bisa jadi ini juga yang jadi cita-cita Mas Rezza Deviansyah, peraih Master Globalisasi dari Australian National University, cita-cita yang menurut saya sangat besar. Seorang pemuda 'baik hati' yang menyatukan antara ilmu pengetahuan, rasa kepedulian terhadap pendidikan, dan kecanggihan teknologi.

Menjadi sebuah startup BolehBaca.com
Hmm apa itu?
Buku adalah jendela dunia, dan internet adalah pintu ke mana saja.
Kekinian, mungkin quotes ini bisa ditambah dengan kalimat ini ya. Karena di era kecanggihan teknologi yang mutlak, semua orang bisa MELIHAT dunia manapun hanya dengan satu sentuhan jari di atas keyboard.

Bisa jadi, ini juga yang menjadi bahan dasar mas Reza membuat platform yang dia klaim sebagai start up satu-satunya penyedia platform sewa dan beli buku di Indonesia.

Sewa buku bisa online?
Benar sekali saudara-saudara, bukan cuma jual beli buku, tapi di bolehbaca.com kita bisa menyewa ribuan judul buku yang kita mau, dengan harga yang sangat terjangkau. Tentu saja semua buku di sini bukan buku bajakan. Mulai dari buku filsafat hingga fiksi populer, kamu bisa pinjam hanya dengan berlangganan mulai dari Rp 12.000 per bulan.

Eits, gak cuma sampe di situ. Mulia sekali mas Reza membuat platform yang tidak hanya menjadikan pembaca senang. Tapi juga menjadikan pemilik buku untung. Karena di platform bolehbaca, kita juga bisa jadi owner lho

BolehBaca bisa menjadikan kamu sebagai owner yang bisa meminjamkan atau menjual buku. Dari sini, kamu bisa memperoleh berbagai keuntungan, mulai dari kebermanfaatan hingga tambahan passive income

Kaum pecinta buku fisik tidak pernah mati. Meski kekinian ada banyak platform untuk memudahkan semua orang membaca buku secara digital. Tapi menggenggam dan membolak-balik halaman buku secara nyata lebih terasa kenikmatannya. Termasuk saya.

Saya bukan pembaca buku online, saya jatuh cinta dengan buku fisik. Dan BolehBaca sangat membantu saya untuk menemukan berbagai macam buku, yang tentunya terjamin keasliannya.

Kenapa harus meminjam atau beli di BolehBaca.com?
1. Biaya Langganan Termurah
2. Koleksi Lengkap
3. Pembayaran Mudah dan Aman
4. 100% Buku Asli

Tentu saja 4 poin ini yang selalu menjadi pertimbangan dalam membeli atau menyewa buku bukan?

Sekarang, gimana caranya kalo mau pinjam atau jual buku di BolehBaca?
Kamu cuma tinggal duduk manis di rumah. Pilih-pilih buku mana yang mau kamu pinjam atau beli, nanti akan ada kurir dari ekpedisi yang menjemput dan mengantar buku.
Untuk owner, kalian juga bisa mendapatkan sharing profit. Dengan tidak perlu mengirim buku ke kantor bolehbaca. Cukup simpan di rumah nanti akan ada kurir yang ambil.
Takut buku kamu rusak atau hilang selama dipinjam? Tidak usah ragu karena sudah ada uang jaminan di dalam sistem. Sehingga tingkat keamanannya pasti terjamin.

Jadi, buat kamu yang punya gudang penumpukan buku, ayo investasikan. Dan buat yang masih ragu mau beli buku online mana yang asli dan murah, jangan ragu buat kunjungi website ini.

Info lengkapnya langsung klik di sini

*minum dulu aahhh...*

Tapii, jangan dulu berhenti sampai sini. Karena ada hal mengejutkan lagi yang pasti akan membuat kamu langsung mau jadi member BolehBaca.com
Kecerdasan yang mungkin baru saya temukan dalam sebuah platform penyedia buku. Ternyata di sini bukan cuma tempat pinjam meminjam atau jual membeli buku. Tapi ada juga BolehBelajar, BolehTerjemah, BolehReferensi, dan BolehBeasiswa.

Apa lagi tuh?


BolehBelajar, layanan penyedia pengajar privat untuk TK, SD, SMP dan SMA, dan Umum.
Tinggal klik “Daftar Sekarang”, pengajar terbaik siap datang ke rumah Kamu.
Kenapa harus les di BolehBelajar?
Biaya sesuai budget, Jadwal fleksibel, Pengajar unggulan, ada laporan perkembangan siswa, ada evaluasi berkala, serta Jaminan penggantian pengajar

Info lengkap kunjungi BolehBelajar


BolehTerjemah, penyedia layanan Translation (penerjemahan) dan Proofreading (penyuntingan) yang melayani berbagai jenis dokumen seperti jurnal, abstrak, skripsi/tesis/disertasi, artikel, proposal penelitian, buku, atau artikel.

Tinggal klik "Kirim File", BolehTerjemah akan menerjemahkan / menyunting dokumen sesuai yang kamu inginkan. Sampai puas!

Caru tahu lagi yuk, klik BolehTerjemah


BolehBeasiswa, platform penyedia bimbingan persiapan beasiswa di dalam dan luar negeri.
Kamu bisa memilih berbagai layanan yang tersedia, antara lain TOEFL Preparation, IELTS Preparation, dan persiapan dokumen beasiswa.

Tinggal klik "Daftar Sekarang", mentor terbaik siap membimbingmu meraih beasiswa impian!

Kunjungi BolehBeasiswa sekarang


Dan yang terakhir, ada BolehReferensi yang merupakan media online BolehBaca yang diproyeksikan untuk menjadi referensi akademik terpercaya di Indonesia.
Info lengkapnya BolehReferensi

Gimana, ada lagi gak platform terlengkap yang menyedikan banyak kemudahan dan refensi terbaik untuk segala aktivitas akademik dan ilmu pengetahuan kita, seperti BolehBaca punya?

Terima kasih mas Reza, sudah menciptakan platform cerdas, lengkap dan sebagus ini.

Btw, kalo kamu  mau daftar di bolehbelajar atau bolehbeasiswa dapat potongan 50k dengan pakai reffereal code yang saya punya

Kodenya : AyaBLG003

17 September 2019

[Movie] REVIEW : EXIT, Film yang Tembus 6 Juta Penonton dalam 2 Minggu


Tahun ini, Korea kayaknya lagi gencar membuat film-film berkualitas. Setelah Parasite dengan 'kekacauannya' berhasil mengobrak-abrik perasaan pentonton. Hadir 'Exit', film terbaru yang menampilkan Jo Jung Suk dan Yoona SNSD

Kalau kamu biasa melihat Jo Jung Suk yang kerap berperan dengan penuh kharisma dan sulit untuk tidak dicintai, beda banget sama film ini. Doi malah jadi culun dan bikin kasian yang ngeliat. Kayaknya baru di film ini deh, perannya jadi orang 'gagal'. Tapi dia berhasil, berhasil jadi orang yang gagal.



Setiap gerak-gerik Jung Seok emang pasti ada aja konyolnya, serius aja kocak. Termasuk di film ini, menegangkan sih, tapi tetap ada dialog lucunya.

Berawal dari kisah Yong-nam (Jo Jung-suk), seorang pengangguran yang terlahir sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarganya. Hidupnya cuma dihabiskan buat olahraga, tidur, dan makan. Latar belakangnya sebagai atlet panjat tebing, gak bikin doi terlihat keren. Karena keluarganya menganggap itu cuma buang-buang waktu, gak ada gunanya. Bahkan keponakan kecilnya aja males ngakuin kalo Yong Nam pamannya.

Dialog-dialog satir keluarga Yong-nam membuat penonton sudah dibikin ketawa di awal film.

Ada sedikit sisipan gambaran perasaan hati Yong Nam yang selama ini mencintai Ui-joo (Lim YoonA), teman di klub panjat tebingnya. Cinta tak terbalas ceritanya.

Singkat cerita, keluarga Yong Nam mengadakan pesta ulang tahun ibunya yang ke-70, di sebuah hotel atau restoran tempat Ui-joo bekerja. Di sanalah mereka bertemu lagi.


Drama liat-liatan malu-malu sambil mengenang nostalgia mereka berdua dikitttt banget, karena tragedi besar langsung muncul setelahnya.

Sesaat sebelum acara ulang tahun keluarga Yong Nam selesai. Di tempat terpisah, ada teroris yang memiliki dendam sendiri, menyebarkan gas beracun yang sengaja dibocorkan di pusat kota Seoul.

Seketika seluruh kota terkepung asap, beberapa korban mulai jatuh bergelimpangan. Termasuk kakak Yong Nam yang sedikit terkena gas beracun. Sekeluarga panik, dan mereka berlarian naik ke atap, mencari tempat paling tinggi, untuk menunggu helikopter pengevakuasi.



Dari sini, adrenalin terus diajak naik. Bagaimana mereka harus survive menghindari gas beracun, dan menyelamatkan nyawa keluarga dan diri mereka sendiri. Keahlian panjat tebing Yong-Nam akhirnya dipertontonkan di sini. Dia membuktikan bahwa hobinya bisa menyelamatkan nyawa seluruh keluarga.

Film tragedi menegangkan dibuat campur aduk dengan dialog realistis dan kocak para pemain. Pengambilan gambar ciamik, effect suara yang sangat sangat mendukung, dan detail sinematografi sempurna, membuat penonton ikut merasakan turun naik emosi. Bahkan sesekali menjerit melihat aksi panjat gedung pencakar langit Yong Nam dan Ui-joo yang hampir jatuh tergelincir.



Endingnya jelas bisa ditebak, karena gak ada plot twist sama sekali. Tapi kesan menegangkan dan realitanya kerasa banget.

Satu hal yang bikin acung jempol. Lee Sang-geun sebagai sutradara berhasil menyoroti kecanggihan teknologi di Korea, mulai dari penggunaan drone hingga 'live streaming' yang sangat lancar meski ibu kota negaranya sedang tertimpa musibah.

Ini beda banget dengan di Indonesia, yang ketika ada tragedi, justru sosmed dan internet mendadak lumpuh. Bahkan media sosial dianggap sebagai penambah masalah.

Selain akting Jo Jung-suk yang emang udah gak pernah diragukan, di sini kita bakal ngeliat sisi lain YoonA. Setelah selama ini image-nya sebagai idol grup yang bisa berakting dengan karakter aman, cantik dan elegan. Di film ini, YoonA membuktikan ia bisa mengambil peran menantang, daya tahan tubuh teruji dengan adegan panjat memanjat dan berlari di atas gedung dalam waktu lama.



YoonA berhasil.

Film ini keren banget deh. Sama kayak abis nonton Parasite. Setelah nonton film ini, ada perasaan senang, karena "yes, ada lagi film yang bagus".

16 September 2019

[Movie] REVIEW : Becoming Jane, Kisah Cinta Tragis Penulis Jane Austen


Film : Becoming Jane
Genre : Drama, Romance
Sutradara : Julian Jarrold
Penulis : Sarah Williams, Kevin Hood
Pemain :Anne Hathaway (Jane Austen), James McAvoy (Tom Lefroy), Julie Walters (Mrs. Austen), Laurence Fox (Mr. Wisley), Maggie Smith (Lady Gresham) dan lain-lain

Setelah review novel Pride & Prejudice, kali ini tulisan saya akan membahas film tentang kisah nyata penulisnya.

Yup, Becoming Jane adalah film yang menceritakan sepenggal cerita kehidupan sang penulis Pride and Prejudice, Jane Austen.

Cinta dan keluarga? Mana yang harus dipilih? Inilah yang selalu jadi cerita besar tulisan-tulisan Jane. Penulis romance yang hidup di abad ke-18.

Jane Austen, lahir di tahun 1775 sebagai anak pendeta yang mengalami kesulitan finansial. Hobinya sebagai penulis, membuat dia mempunyai pemikiran yang luas, pemikir, keras kepala dan selalu melakukan apapun yang ia mau. Hidupnya  yang serba pas-pasan membuat ibunya berharap Jane menikah dengan Mr. Wisley, keponakan Lady Gresham, wanita kaya raya yang akan mewariskan seluruh hartanya pada Mr. Wisley.


Dari awal Mr. Wisley sudah tertarik pada Jane, bahkan Lady Gresham datang langsung untuk melamar Jane. Tapi ternyata harta saja tidak membuat Jane goyah, dia hanya ingin menikah karena cinta.

Di abad itu, Jane bisa disebut pelopor wanita 'pemberontak'. Berani melawan kodratnya sebagai perempuan yang pada zaman itu harus tunduk pada keinginan orang tua. Zaman ketika wanita menjadi penulis dianggap aib. Jane berani untuk bersikap berbeda.

Melihat sikap Jane yang menolak pinangan pria sekaya Mr. Wisley, membuat hati ibunya dongkol.

Hingga akhirnya Jane bertemu Tom Lefroy, mahasiswa miskin dan nakal. Sifat arogan dan kurang sopan santun justru membuat Jane penasaran. Di pertemuan pertamanya Tom menghina tulisan Jane di saat semua orang mengaguminya. Jane sakit hati.

Pertemuan berikutnya terus berlanjut, hingga akhirnya Jane lebih mengenal sifat dan karakter asli Tom Lefroy. Kemudian mereka berdua jatuh cinta.




Kisah cinta mereka langsung mendapat ujian. Ketika Tom membawa Jane ke rumah pamannya (Ian Richardson) yang menjadi hakim di kota, pamannya tak menyetujui hubungan mereka. Mereka pun berpisah

Beberapa saat kemudian, terdengar kabar bahwa Tom sudah bertunangan dengan seorang gadis pilihan pamannya. Sementara Jane kembali dijodohkan dengan Wisley.

Di tengah kepedihan dan luka hati mereka berdua, Tom mengajak Jane untuk kawin lari. Mereka berdua pun akhirnya kabur untuk menikah di London.

Di tengah jalan, Jane tanpa sengaja melihat surat di dalam dompet Tom. Surat yang menjelaskan bahwa Tom selama ini harus menjadi tulang punggung keluarga. Seluruh keluarganya bergantung pada uang kiriman Tom. Jane merasa pedih.

Jane dihadapkan pada situasi yang begitu dilematis. Apakah dia akan tetap kawin lari dengan Tom? Jika dia tetap kawin lari bagaimana dengan nasib keuangan keluarga Tom yang seluruhnya bergantung padanya?

Akhirnya Jane membuat keputusan sulit dan menyedihkan. Ia meninggalkan Tom dan membatalkan kawin larinya.

Usaha Tom untuk meyakinkan Jane tidak berhasil. Jane tetap bersikukuh pada pendiriannya. Baginya pernikahan mereka hanya akan menghancurkan keluarga Tom yang sepenuhnya bergantung padanya. Akhirnya mereka berdua pun berpisah

Dua puluh tahun kemudian, yang juga menjadi ending film ini, mereka berdua kembali bertemu. Kali ini Jane sudah menjadi penulis novel terkenal. Sedangkan Tom sudah menjadi hakim dan memiliki seorang putri, yang diberi nama 'Jane'.

Jane Austen sampai akhir hayatnya tetap tidak menikah. Ia meninggal tahun 1817 pada usia 42 tahun

Akting Anne Hathaway dan James McAvoy sukses membuat kita jatuh cinta dan pedih secara bersamaan. Pakaian-pakaian era abad 18, dan latar belakang pedesaan Inggris kental sekali di film ini

Untuk pecinta drama romantis klasik, terutama penggemar tulisan Jane Austin. Wajib banget nonton film ini. Walau akhir cerita menyedihkan, tapi ini adalah cerita asli kehidupan penulis Jane Austen. Yuk nonton!