31 Juli 2019

Julid kok, Hobby

TERUNTUK ORANG YANG HIDUPNYA SELOO, DAN HOBBY JULID. Percayalah sadar gak sadar, lidahmu bisa membunuh karakter orang, jangan dibiarkan

Beberapa hari lalu, ada salah seorang teman jauh saya yang cerita, kalau dia stress di kampung dan pengen tinggal di kota. Ternyata bukan karena di kampungnya ga ada jadwal konser EXO atau terlalu jauh untuk dateng langsung ke kajian Ustadz Oemar Mita, bukan.

Justru karena dia sering ditanyain halus
"Kapan nikah, udah usia segini kok...?"
"Jadi perawan tua dong nih..."

Percayalah, seonggok manusia yang memutuskan untuk menikah itu gak segampang mengubah pikiran --dari rumah asalnya mau beli tempe, pas sampe tukang sayur pulang-pulang bawa bayam, kerupuk, cabe, kikil dan ikan selar-- doang. Tidak, marimar.
Sulit
Itu keputusan sulit

Saya gak paham, kenapa di era kecanggihan teknologi yang sudah bisa mengubah wajah 20an bisa jadi setua umur 50 tahun ini, masih banyak orang yang hidupnya seselow itu.

Masih sempat gitu ngomentari kehidupan orang, apalagi sampe ke privasi. Apakah dirinya merasa keren dengan ngata-ngatain. Atau emang mereka gak punya urusan dan masalah penting dalam hidup masing-masing, jadi merasa berkepentingan buat ikut campur masalah orang lain?
Atau emang Hobby?

Padahal ada banyak banget waktu yang kalian bisa bunuh, daripada ngurusin orang yang belum nikah sampe bikin anak tetangga stres, dengan memunculkan topik-topik pembahasan dunia.

Mungkin dengan tema ini: Gimana caranya menyelamatkan bumi kita dari kerusakan lingkungan, masalah perekonomian negara yang makin engap, kupas tuntas apa bedanya KPR syariah dan KPR Bank syariah, tutorial cara membedakan ciri-ciri anak yang kecanduan game mobile legend atau fortnite buat emak-emak, atau coba buat tongkrongan diskusi ngebahas sudah pantaskah hukuman untuk remaja Aceh yang dihukum adzan sebulan setelah menembaki orangutan dengan 74 peluru?

Ada banyak banget lho topik-topik cerita yang bisa dibahas di dunia ini.

Yuk buat tongkrongan yang berfaedah
Jangan jadikan julid sebagai hobby. Atau biasainlah lidah dan hatinya diisi lafadz Al Quran dan dzikir gitu, biar gak kosong dan kering. Biar gak gampang mikir yang aneh-aneh.

30 Juli 2019

REVIEW : Lorin Hotel, Sentul Jawa Barat


Liburan tipis-tipis ala keluarga saya

Jalan-jalan ke Jungle Land Sentul, gak nyampe dua jam udah pulang. Karena ternyata kurang seru. Mungkin karena wahana di sana mayoritas untuk anak-anak, sementara anak saya masih terlalu kecil untuk disebut anak-anak.

Naik wahana yang cuma boleh anak-anak yang udah bisa duduk sendiri. Alhasil, kalo anak yang terlalu kecil sih duduk sendiri belum bisa, didampingi orangtua juga ternyata gak boleh.

Sementara wahana yang bisa dinaiki bareng orangtua, terlalu ekstrem untuk anak seumuran 2-3 tahun-an.

Jadi belum pas deh bawa anak 2 tahun ke Jungle Land

Untungnya kami menginap di hotel yang ada banyak arena permainan anak. Lorin Sentul Hotel




Letaknya tepat persis bersebelahan dengan Sirkuit Sentul. Jadi emang kalau siang dan sore berisik tuh suara motor / mobil yang lagi latihan drifting.

Di sini ternyata fasilitasnya lumayan lengkap. Ada tempat gym, spa, kolam renang untuk dewasa. Kalau bawa anak-anak yang udah agak besar, di sini ada arena paintball and archery, ada area bermain pasir juga

Nah buat yang bawa batita kayak saya, ada Lorin Playland Indoor. Anak-anak kecil pasti happy banget main di dalamnya, ada mandi bola, perosotan, ayunan, kiddy pool lengkap dengan perosotan dan air tumpahnya, dan ada baby playground juga di pinggir kolam.

Naahh ini yang dicari

Anak saya yang usia 2.3 tahun happy banget main di sini. Bahkan makan aja pengennya di sini, padahal ga boleh. Harus dirayu dulu biar dia paham kalau ini bukan buat tempat makan tapi buat main. Untungnya dia paham, dan mau makan di luar hehe

Buat yang suka cari makan di luar hotel juga gampang banget kok. Gak jauh dari situ ada banyak makanan. Kalo sarapan, ada bubur ayam, ayam bakar, nasi ayam dan lain-lain. Kalau sore ke malam, ada nasi padang, bakso, martabak, mie ayam, sate. Lengkap dengan Alfamart dan Indomaret. Gak susah cari makanan.

Kamarnya juga cukup oke, walau untuk superior sih emang agak kecil. Tapi bersih dan pelayanannya juga ramah. Kalau mau yang fasilitas superrbb dengan kamar lebih nyaman dan besar yaa pesan yang junior suite atau presidential suite haha

Pemandangan dari atas enak bangettt, pegunungan yang hijau dan sejuk bikin mata adem. Apalagi ada view sirkuit, kalau ada event balapan bisa nonton GRATIS.

Hotel ini bisa diperuntukan untuk meeting, incentive, convention dan exhibition atau MICE. Tapi juga santai dan asyik buat seseruan bareng keluarga.

Senang sekali melihat anak saya happy di short trip minggu lalu. Padahal cuma ke Sentul doang, cuma 40 menit dari rumah. Tapi bukan kapan dan ke mana. Tapi dengan siapa kita bareng-bareng, ternyata walau cuma deket dan murah, seru banget, pulang bahagia.

Kalau mau lihat-lihat, boleh di-check "LORIN Sentul, Hotel" Kawasan Sirkuit Sentul Internasional Jalan Tol Lingkar Luar Bogor KM. 32 Babakan Madang, Sentul, Kec. Citeureup, Bogor

Ini beberapa foto-fotonya:











28 Juli 2019

Gaji Pas-Pasan, Mau Punya Rumah Tanpa Riba

https://rumahsyariahberkah.com/
Pertama kali saya mendalami kajian tentang riba, keringat dingin, gelisah, tertampar bolak balik, ketakutan yang teramat sangat.

Demi gengsi saya menghalalkan segala cara yang ternyata tidak disukai Allah.

Saya punya cicilan mobil, yang ternyata ini transaksi riba. (Semoga Allah mengampuni dosa yang sudah atau belum kami ketahui sebelumnya)

Dengan alasan butuh untuk transportasi, gak punya uang banyak pun akhirnya beli secara cicil. Gimana caranya yang penting punya deh ah. Bangga, pake mobil ke mana-mana, padahal hutang, yang lebih dahsyat ternyata riba :(

Dosa-dosa riba saya pernah tulis di sini

Jadi, gimana yang sudah terlanjur dan benar-benar baru tahu?
Jual, atau
Segera lunasi, bertaubat, mohon ampun dan ridho Allah. Kemudian berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi. Dan untuk mobil, saya pilih segera lunasi karena sebentar lagi. Dan berjanji, untuk rumah, tidak akan terjerat riba lagi.

Karena kebodohan ternyata beranak pinak, setelah menutup mata sekali, pasti akan ditutup lagi untuk hal lain. Ini terjadi ketika saya juga akhirnya berniat buat lagi-lagi nyicil, kali ini rumah. Gak punya uang banyak, tapi maksa ingin punya rumah.
Saya sudah tulis di sini

Alhamdulillah saya diselamatkan, saya diberi kesempatan untuk belajar lagi, mengakui dosa, dan meninggalkan itu selama-lamanya.

Terus gimana caranya punya rumah tanpa KPR riba?
Ada banyak cara, manusia diberi akal untuk berpikir, diberi hati untuk yakin dan bersyukur, diberi tangan dan kaki untuk jungkir balik berikhtiar.
Nenek, dan ibu kita aja bisa. Masa kita yang katanya LEBIH PINTER ini ternyata bodoh.

1. Cari rumah developer syariah, pastikan akad yang benar-benar syariah. Memang jelas lebih mahal di uang muka. Makanya sabar, kerja lebih keras, nabung yang banyak

2. Kerja keras. Iya kalo ngandelin gaji bulanan, kapan nyimpennya, berapa tahun nabungnya untuk punya uang ratusan juta. Makanya putar otak untuk menjalankan bisnis apapun yang diridhoi Allah. Supaya punya uang banyak, beli tanah, bangun rumah sendiri bertahap. Kayak orangtua di kampung gini

3. Manfaatkan harta warisan. Iya ini khusus buat kamu yang udah punya jatah atau warisan dari Orangtua.

4. Pinjam uang Orangtua atau saudara Kaya, pakai sistem kekeluargaan dan saling percaya. Inget ya, minjem ya minjem. Minta ya minta, hehe

Ada banyak banget kok caranya, manusia aja yang pengen instan. Iya maksudnya saya. Selalu pake alasan, kalo gak nyicil gak bisa punya apa-apa, kalo gak kredit gak akan kebeli-beli.

Otaknya, akalnya, mata hatinya tertutup. Bangga naik mobil belum lunas, hasil kredit riba. Tinggal di rumah idaman puluhan tahun, padahal cicilan baru lunas sampe anak wisuda.
Bukan masalah cicilannya sih, tapi udah ngutang, nanggung dosa riba juga.

Jelas nyata, kegelisahan saya selama 4 tahun cicilan mobil aja kerasa. Beraat banget, gak tenang. Karena ternyata selama ini saya menggendong beban dosa riba. Apa kabar kalau saya terjerumus lagi dengan cicilan KPR 20 tahun yang hampir saya ambil itu juga.

Astaghfirullah :(


KPR Bank Syariah Riba? Eps. 2

Sebelumnya saya sudah menulis "Hampir bikin dosa riba lagi" di sini
Sumber ilustrasi gambar : https://bit.ly/30ZdNe8
"Ustadz, apakah KPR dengan bank syariah juga riba? Terus cara seperti apa yang tidak riba?"

Ini pertanyaan kesekian dari masyarakat awam seperti saya, yang ingin tahu yang gimana sih transaksi riba.

Ada banyak kajian ustadz dan artikel yang membahas ini, bisa dicari di Youtube para pakar dan ahli kajian tentang mengupas riba. Misal:
- Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi
- Ustadz Ammi Nur Baits
Dan hampir semua ustadz juga paham tentang bagaimana hukum jual beli rumah atau barang apapun dengan proses dicicil melalui bank (konvensional maupun syariah)

Kesimpulan secara ilustrasi
Ketika Saya mengajukan KPR ke bank, terlepas itu bank syariah atau bank konvensional, maka bakal ada tiga pihak yang bakal dilibatkan dalam proses transaksi.

Pertama adalah saya sebagai pembeli, kedua bank tempat saya mengajukan KPR, dan yang terakhir pengembang atau developer.

Jika di bank syariah, maka perjanjian transaksinya adalah bank membeli rumah itu ke developer, dan menjualnya lagi ke saya dengan harga yang biasanya jauh lebih tinggi.

Ini akan jadi tidak riba, ketika bank syariah jelas membeli dulu rumah yang saya mau, ada fisiknya, ada surat-suratnya, nyata transaksi jual beli antara developer dan Bank syariah itu tadi, tunai. Setelah selesai, baru Bank Syariah menjual lagi ke saya, dengan harga kesepakatan sesuai ketentuan dari bank syariah itu.

Sayangnya, fakta di lapangan kan gak gitu. Dari awal hubungan saya udah 'akrab' duluan sama developer, saya tetap harus bayar DP ke developer, pake segala booking fee dulu lagi. Setelah itu baru pengajuan ke bank. Dengan embel-embel kata:
"Jadi sekarang gak ada sangkut pautnya lagi ya sama developer, hubungannya hanya kamu dan bank Syariah aja"
"Ini gak ada bunga, cicilan flat dari tahun kedua, ga tergantung suku bunga"
(makanya harganya dimahalin)

Padahal jelas-jelas terpampang nyata, di awal akad saya dengan developer terkait. Bahkan udah bayar DP dan booking fee ke developer.
Akad ini jelas bukan akad murabahah.

Lebih parahnya, yang menyatakan syariah padahal faktanya tidak, itu disebut sebagai 'menganggap Allah kanak-kanak", bisa dibohongi, mengatasnamakan jual beli akad syar'i faktanya sama saja. Karena tetap ada denda keterlambatan, ada pihak ketiga dalam jual beli, ada penyitaan. Ini sudah dijelaskan tidak ada dalam akad syar'i, dan dosanya jadi dua, dosa riba dan dosa seolah-olah tidak riba, naudzubillah

  • Sesungguhnya riba termasuk satu dari tujuh dosa besar yang telah ditentukan Allah SWT. Pelakunya diperangi Allah di dalam Al-Quran
  • Imam adz-Dzahabi dalam kitab Al-Kabaair menempatkan perbuatan memakan harta riba sebagai dosa terbesar ke-12 menurut ajaran Islam.
  • Dalam Alquran surah Ali Imran ayat ke-130, Allah SWT berfirman. Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan."
  • Pada ayat lain, yakni surah al-Baqarah: 125, Allah memberikan perumpamaan bagi pelaku riba. "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba."
  • Ada juga Hadits yang menegaskan :
عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ اَلنَّبِيِّ قَالَ: اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,"Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Allahu a’lam

27 Juli 2019

KPR Bank Syariah Riba?

Quotes of the day "Orang yang maksa nyicil, adalah orang yang seharusnya belum waktunya punya sesuatu, tapi maksa ingin punya sesuatu" ~ Arli Kurnia

Anak milenial zaman now, terutama yang baru berumah tangga sedang memasuki masa di mana pengen serba keliatan punya. Sosial media berpengaruh besar mempengaruhi hawa nafsu

Baru nikah, udah pengen cepet-cepet punya rumah ala selebgram, di garasinya ada mobil kecil, anak-anak lucu, pasti bahagia banget hidupnya. Pengen deh kayak gitu.

Gak apa-apa cicilan rumahnya 15-20 tahun
Sanggup kok sambil nyicil mobil 3-5 tahun
Gak apa-apa banget banyak utang, asal punya

Bisa update di sosial media, kayak orang-orang, eksis

Ya Allah, saya :(

Saya pernah hampir DP rumah 'idaman' dengan nominal angka yang ringan, diimingi-imingi bank Syariah. Halal, cicilan tetap, aman, gak memberatkan, kalau gak sekarang kapan lagi. Senin harga naik

Kayaknya saat itu salah satu setan yang bertugas ngiming-ngimingi kredit alias setan kredit kuat banget nipu daya hati saya

Ayoo ambil aja, kapan lagi punya rumah cicilan ringan, teman-teman kamu udah punya rumah semua lho. Malu dicibir tetangga sama saudara, masa masih ngontrak aja. Kapan punya rumahnya...? Ambill... ambill... 👻👻👻

Keinginan itu begitu kuat. Sampe akhirnya mata telinga saya diberi kesempatan oleh Allah untuk melihat dan mendengarkan sebuah kajian di Youtube

Ada seorang jamaah bertanya "Ustadz, KPR syariah itu riba atau tidak?"
Sebelum saya tertarik dengar jawaban tentang KPR syariah, justru saya ditampar oleh pernyataan pask Ustadz
"Emangnya kalau gak KPR, ada masalah apa? Apakah harus KPR sekarang, tahun ini juga. Atau bisa ditunda, setelah uang kumpul beli cash...?"
(Jawaban KPR syariah riba atau tidak, akan saya jelaskan di artikel selanjutnya)

Jelas tertampar.
Iya, emangnya kalau gak tahun ini ngajuin KPR, apakah saya akan sakit, kejang-kejang, diabetes, kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, atau malah berkurang pahala? Kayaknya sama sekali tidak.
Tidak akan terjadi apa-apa kalau saya gak maksa KPR sekarang.

Yang mengatur mau punya rumah sekarang, siapa? Saya.
Yang memutuskan saya bergelimang hutang puluhan tahun siapa? Saya.

Karena gengsi, karena malu dicibir tetangga, karena ingin update di IG story rumah instagramable. Gak apa-apa walau ngutang. dan NGUTANG RIBA. Naudzubillah

Setelah ditampar, saya diingatkan pada fakta.
Orang zaman dulu, orangtua dan keluarga saya di kampung, yang secara latar belakang pendidikan mereka kurang. Hidupnya tenang, tanpa hutang ratusan juta apalagi puluhan tahun.

Anak zaman now, which is adalah kita, adalah saya, yang disekolahin tinggi, yang ngakunya lebih pintar, yang diberi kesempatan belajar agama banyak. Justru dibodohi dan diajak balik ke zaman Jahiliyyah, menghalalkan segala cara untuk memiliki sesuatu. Hanya demi mengedepankan gengsi.

Satu lagi tamparan keras ketika ada pertanyaan berikutnya
"Pak Ustadz kalau gak nyicil kita gak bakal punya apa-apa dong, kan gaji kita cuma ngepas untuk hidup sehari-hari. Nunggu berapa tahun buat beli rumah ratusan juta?"

Pak Ustaz menjawab
"Itu pernyataan manusia, selalu mencari pembenaran atas kesalahan apapun yang mereka lakukan. Tidak punya keyakinan kepada Allah yang Maha besar kuasanya. Keyakinan yang harusnya berbanding lurus dengan ikhtiar, niat dan usaha keras. InShaa Allah, pasti ada jalan. Niatkan dapat rumah dibeli secara syariah, tanpa KPR apalagi KPR RIBA. Naudzubillah"

Untuk itu saya bertekad, tidak pernah tertipu lagi dengan KPR, apalagi KPR bank konvensional. Karena bahkan yang diimingi syariah saja, yang pada faktanya ada yang berakad riba.
Saya tidak menyesal tidak jadi bayar DP rumah itu, saya ikhlas nunggu beberapa tahun dengan niat kuat menjalankan bisnis di jalan yang Allah ridhoi.
Bertemu jodoh dengan rumah idaman, dengan akad syariah, atau bangun rumah seperti orangtua di kampung, tanpa hutang, tanpa dosa riba.

Di saat yang tepat, di saat seharusnya saya punya rumah.
Gak apa-apa ngontrak dulu, gak apa-apa gak punya rumah cepat-cepat.

Saya lebih memilih menyelamatkan keluarga dari dosa riba
daripada menyelamatkan harga diri dari ejekan tetangga

Bismillah :)

Menabung Emas 'Nyicil' di Pegadaian, HARAM


Dua jam antre di Pegadaian Syariah, akhirnya saya dipanggil juga. Kasian, mas mas petugasnya cuma 1, karena kebetulan ini hari Sabtu

Saya hari ini datang ke Pegadaian untuk mencetak emas, dan menarik semua sisanya. Iya semua.

Mudah?
Ribet Say
Karena kebetulan hari ini Sabtu, jadi ternyata permintaan cetak emas ke PT. Antam juga ga bisa dilakukan. Padahal saya udah antre dua jam. Zad :(

Akhirnya harus balik lagi di hari Senin. Saya tanya apakah pencetakan emasnya bisa langsung di hari itu juga? (Karena saya emang belum pernah mencetak sebelumnya, hanya nyimpan dalam bentuk 'cicilan' aja)

Ternyata ga bisa langsung. Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menunggu emas itu bisa saya bawa pulang?
Sehari, dua hari, seminggu?
Engga, sebulan bahkan bisa jadi dua bulan, say. Lamaaa :(
Dan saya baru tahu

Cukup mengejutkan, baru beberapa minggu lalu saya menulis proses mudah dan gampang serta banyak keuntungan menabung emas di pegadaian syariah, bisa di-check tulisan saya di sini. Hari ini sudah saya tarik semua, dan saya haramkan melakukannya lagi.

Kenapa?
Karena saya baru ikut kajian, dan ilmu agama saya yang masih sedikit itu baru paham bahwa memiliki emas dengan cara cicilan, hukumnya HARAM.

Dalam hadits riwayat Muttafaqun alaih dijelaskan: “Dan janganlah engkau menjual sebagian darinya dalam keadaan tidak ada di tempat berlangsungnya akad perniagaan dengan emas atau perak yang telah hadir di tempat berlangsungnya akad perniagaan”

Dan
Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ مِثْلاً بِمِثْلٍ ، سَوَاءً بِسَوَاءٍ ، يَدًا بِيَدٍ ، فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dibarter dengan emas, perak dengan perak, gandum halus dengan gandum halus, gandum sya’ir dengan gandum sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, maka takarannya harus sama dan harus tunai. Jika benda yang dipertukarkan berbeda, maka takarannya boleh sesuka hati kalian, asalkan tunai.” (HR. Muslim 2970)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa pembelian emas atau perak harus dilakukan secara kontan, tidak bisa dengan kredit ataupun cicilan.

Bila membeli secara kredit maka hukumnya haram dan termasuk riba nasi’ah.

Kesimpulannya jual beli emas, harus di antara ketentuan
1. Transaksi tunai atau kontan
Ada uang, ada emas. Tidak ada penundaan transaksi apalagi dicicil sampe beberapa waktu

2. Barang yang menjadi obyek akad barter harus sama jumlah dan takarannya
Tidak boleh dikurangi tidak boleh dilebihkan.

Jadi, kalau mau membeli emas, sebaiknya uangnya ditabung sampai cukup untuk membeli 1, 2, 3-sekian gram emas baru dibelanjakan, TUNAI.
Demikian, Allahu a’lam

Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT, dan diampuni atas segala kekeliruan dan ketidaktahuan kita selama ini.

14 Juli 2019

Cara Menabung Emas di Pegadaian

Baca tulisan saya tentang "Mengapa Memilih Tabungan Emas di Pegadaian Syariah" di sini



Udah tahu kan kalau pegadaian zaman now tuh bukan cuma buat 'minjem uang' doang. Bahkan udah ada layanan tabungan emas juga.

Di sini saya akan cerita tentang gimana sih cara nabung emas di pegadaian syariah.

Pertama-tama, cari dulu kantor cabang pegadaian Syariah terdekat. Karena kebetulan saya tinggal di kawasan Grand Depok City, saya pilih salah satu kantor cabangnya, yang di Jl. Raya Parung Serab (KSU) No.77, Sukmajaya, Kec. Sukmajaya.

Setelah antre beberapa saat, yang kebetulan siang itu agak ramai. Akhirnya saya dipanggil dan dimintai kartu identitas seperti KTP atau SIM.

Saya dikasih 1 formulir pembukuan rekening dan dimintai uang 40.000. Rinciannya untuk admin 10rb untuk biaya titip emas 30rb dalam setahun

Di pegadaian ini, bisa setor perdana minimal Rp 5.480, saya setor awal sejutaan, dan langsung dapat hampir 2 gram emas. Langsung tercatat di buku tabungan

Kurang lebih satu jam proses pencatatan data pribadi, pencetakan buku tabungan. Akhirnya buku tabungan saya jadi deh, dengan saldo berbentuk emas sekian gram tertera di buku tabungan.

Sebelumnya, saya juga diminta untuk install apps pegadaian syariah digital. Di sini kita bisa check saldo, history transaksi, dan gampang untuk melihat harga jual dan harga beli sedang naik atau sedang turun

Jadi deh...

Saya bisa setor tabungan berapa pun, dan kapan aja, gak mesti tiap bulan. Dan bisa dicetak mulai dari 1gr, 5gr, 10gr, 25gr, 50gr sampai 100gr

Saya pilih cetak tiap 5gr dan tetap dititip di pegadaian, biar aman.

Jadi, yuk mulai berinvestasi dalam bentuk emas. Kecil-kecilan. Karena anak saya yang umur 2 tahun aja bisa punya tabungan emas lho.

Nabung Emas di Pegadaian Syariah, Aman?

Baca tulisan saya tentang "mengapa memilih tabungan emas" di sini


Sebelumnya saya akan cerita kalau rezeki itu semua Allah yang ngatur, tapi rezeki yang sudah di tangan kita, harus kita juga yang ngatur.

Ngatur apakah dihabiskan sekarang, atau disimpan untuk tabungan.

Sebenarnya saya punya 3 tabungan
1. Tabungan anak
2. Tabungan uang biasa
3. Tabungan emas

Sejak punya anak, saya sudah langsung bukakan tabungan anak untuk pendidikannya nanti. Rencananya sih akan diemaskan juga, dan dicairkan nanti kalau sampe ke umur sudah akan kuliah.

Dan saya pikir kalau semuanya tabungan emas, ketika butuh darurat akan susah. Makanya saya juga punya tabungan uang biasa, simpan deposit di salah satu bank yang bisa diambil kapan saja, dan ditambah berapa aja nominalnya.

Dari dulu saya memang kurang suka dengan program tabungan berjangka, karena kadang gak bisa 'serutin' itu nominal yang harus dikeluarkan. Dan kebutuhannya pun beda.

Makanya untuk menyimpan uang jangka panjang, saya pilih tabungan emas.

Punya tabungan emas batangan, riskan dan harus punya brankas di rumah karena takut gak aman. Jelas ini bukan pilihan

Kenapa di Pegadaian Syariah?
1. Pegadaian jelas lembaga resmi yang terbukti legalitasnya, dan AMAN
2. Emas yang kita dapat bersertifikat resmi dari PT. Antam
3. Pengelolaan profesional dan transfaran, kita bisa check di aplikasi online atau cetak buku rekening juga
4. Gampang dicairkan ketika butuh dengan harga jual buyback kompetitif
5. Biaya administrasi ringan
6. Transaksi gampang, bisa topup di ATM atau mbanking
7. Bebas pajak dan aturan
8. Dan yang paling menguntungkan, kita bisa nabung mulai dari 0.1 gram emas alias Rp 5000 doang. Anak SD juga bisa

Bagaimana cara nabung di pegadaian syariah?
Check tulisan saya berikutnya di sini

Kenapa Menabung Emas?

“In any investment, you expect to have fun and make money.” Michael Jordan 

Uang 100.000 tahun 1990, dengan uang 100.000 tahun 2019 nominalnya tetap sama, tapi nilainya jelas beda.

10 tahun lalu ke Indomaret bawa uang 100.000 bisa beli banyak banget. Lah zaman now uang 100rb bisa dapet apa sih? Paket internet 15GB doang kali ya?
Apa kabar 10 tahun yang akan datang

Jadi, ayo mulai sekarang kita bukan jadi konsumtif, tapi mulai berinvestasi

Belajar financial dari berbagai motivator keuangan macam Robert Kiyosaki, bikin semangat untuk berinvestasi.

Dan saya memilih berinvestasi emas sejak tahun 2018 lalu.

Kenapa emas?
Karena investasi saham belum berani, property modalnya besar. Menurut saya pribadi yang paling mudah, aman, modal kecil kayak nabung biasa, emas adalah salah satu pilhan terbaik

Emas itu logam mulia yang harganya stabil, bahkan cenderung naik tiap tahun. Beda sama saham yang fluktuatif dan punya risiko tinggi. Kalau nabung di bank, jelas nilai bisa berkurang karena inflasi. Karena uang sejuta sekarang, tidak akan sama dengan uang sejuta 10 tahun yang akan datang.

Beda dengan emas, kalau saya beli dan simpan emas sekarang 5 gram aja. 10 tahun lagi dijual jelas nilainya bisa 2x lipat bahkan bisa lebih.

Alhamdulillah sekarang banyak banget cara menyimpan uang dalam bentuk tabungan emas, dan saya memilih di Pegadaian Syariah

Bagaimana system penyimpanan emas di pegadaian syariah?
Apa keuntungannya? aman gak?
Baca tulisan lengkap saya selanjutnya di sini

13 Juli 2019

Review : Produk Envy Green Sebaguusss Ituu...

^^7 step korean skin care^^



Cewek-cewek pasti jago banget kalo udah ngomongin skincare, sama kayak ngomongin makeup, se-fasih lidah ngeghibahin temen atau ngebahas profile cowok cakep.

Saya termasuk gak jago dan gak paham makeup terlalu banyak, tapi kalau skincare kayaknya penting banget deh.

Maklum lah, memasuki usia lebih baik merawat wajah daripada harus keliatan cantik paripurna. Karena gak terlalu dibutuhkan juga. Saya tidak bekerja sebagai teller bank, atau mba mba tim sales yang setiap hari 'jualan'.

Ngomongin skincare, ini adalah 2 produk skincare holy grail terbaru saya. Baru dua bulanan ini pake, dan langsung jatuh cinta gak mau pindah ke lain hati.

Karena di saya, hasilnya SEBAGUS ITU.
Terutama buat cewek-cewek yang ogah alias pemalas pake makeup, pake dua produk ini aja udah aman Beb.

SOFT MOISTURIZING CREAM dan ULTIMATE SUN PROTECTION  dari Envy Green

Setelah doble cleansing, toner, essence, serum, saya udah ga pake apa-apa lagi. Langsung pake dua produk ini secara berurutan.

Moisturizing cream ini, formulanya lembuuut banget, wanginya enak. Ketika diaplikasikan ke wajah, ada dingin-dinginnya gitu. Langsung menyerap cepat dan rapi banget nempelnya.

Lanjut pake Sun Protectionnya deh, nyesel baru kenal SPF Envy green sekarang. Coba kalau dari dulu. Udah gak butuh SPF merk lain deh kalau udah pake ini.

Karena saya adalah pecinta produk SPF, dan sewajib itu pake tiap hari. Terutama kalau mau keluar rumah (bahkan di dalam ruangan aja saya pake kalau siang hari)

Kalian harus wajib mesti kudu banget apply SPF sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya. Cewek-cewek pasti udah tahu banget lah manfaatnya buat kulit. Nutrisi, kelembaban, biar kulit wajah ga kebakar, terlindung dari sinar UV A dan B yang bisa bikin wajah jadi hitam, bahkan kanker kulit. Hii sereemm

Nah karena saya wajib pake SPF tiap hari, dan males ditimpa produk makeup kalau lagi hari biasa. Tapi juga kalo gak makeup pucat dan kusam, ini dia jawabannya.

Udah ga usah pake apa-apa lagi, produk nempel udah bagus banget say. Paling saya templok lose powder dikit sama blush on dan lipstick tipis-tipis. Jalan deeh ke kantor, gak sekucel itu kok, keliatan seger banget tapi kayak ga pake makeup.

Dan yang paling penting, HARGANYA AFFORDABLE banget

Belinya langsung cuss ke web https://envygreen.co.id/

7 Juli 2019

Review : Bakso Nikki Tebet, Jakarta Selatan

https://www.zomato.com/jakarta/bakso-nikki-tebet
Engga +62 banget deh kalo dari lahir gak suka bakso...
Hai, kali ini bakso yang mau saya review adalah Bakso Nikki Tebet. Bakso pinggir jalan yang rasanya enak banget

Sebenernya di kamus perkulineran saya emang cuma ada dua rasa. Enak dan enak banget.
Yang beneran kerasa ga enak sih, ga bakal saya review

Kalau kalian suka tetelan, pas. Di sini tetelannya berlimpah, ada lemak, kikil, dan potongan daging sapi yang rasanya maknyuss, padahal gak ada promonya lho kalo bakso Nikki ini bonus tetelan.

Dan gak cuma bakso bertetelan, di sini juga menunya tersedia mie ayam, bakso urat, bakso telur puyuh, bakso halus dan bakso goreng. Bakso uratnya kenyal gurih. Cicipin kuahnya yang belum dikasih pelengkap rasa aja udah enak. Mie ayamnya juga sedap, mienya padat dan kenyal. Dan harganya seporsi cuma Rp 15.000-an.


Ohiya, jangan lupa, ada gorengan tahu sutra ukuran super jumbo. Kalau lagi laper banget, makan pake tahu ini perut penuh Gaes.
Untuk minta tambahan sayur bisa panggil mas-masnya aja.


Kalau kebetulan kalian berkantor di area Tebet dan sekitarnya, coba mampir deh ke kedai yang berbentuk rumah dua lantai ini. Emang sih tempatnya kurang nyaman untuk berlama-lama, parkirannya juga sempit. Tapi sekali coba makan di sini, pasti pengen balik lagi.


Nih alamatnya!

Nikki Bakso Daging Sapi
Jl. KH Abdullah Syafe’i RT.004 RW 01 No 11
Tebet, Jakarta Selatan
Telpon: (021) 835 1455 / 0813 8366 4647

Ajarkan Anak Untuk Kenal Hak-nya

https://gurukul.org/
"O, ibu posting video Oo boleh?"
"Boyeh..."
Baru deh ga apa2 posting

Iya doi emang bisa jadi gak ngerti masalah saya izin mau posting foto atau video dia ke sosial media. Gatau juga dia hasil korban ke-alay-an atau ke-ingin-pamer-an emaknya di sosmed.

Tapi saya dan suami sudah biasain dari dia kecil, terutama ketika dia udah bisa komunikasi. Apa-apa tuh izin dulu. Ya sebenernya biar dia kebiasaan aja. Hal-hal yang merupakan hak orang lain itu harus dihormati, ga bisa sembarangan

Dia udah ngerti kok, misal ada paket buat bapaknya. Dan si bapak ga ada, dia udah bilang
"Ibu oo mau ambocing paket. Boyeh?" (Ibu, O mau unboxing paket. Boleh?"
Kemudian kita video call deh bapaknya, izin dulu mau buka paketnya. Kalau boleh, dia buka. Kalau ternyata itu bukan punya kami berdua, bilang punya orang lain. Dia juga paham dan ga maksa pengen buka

Sama aja kayak ada tas, atau dompet atau benda apapun punya oranglain selain orangtuanya. Anak 2 tahun ini gak sesembarangan itu buka2. Karena dia tahu itu bukan haknya.

Jadi, selain ngajarin maaf, tolong, dan terima kasih. Ternyata ngajarin menghormati hak-hak orang lain selain dirinya juga penting lho

6 Juli 2019

Sulit Membedakan Kiri dan Kanan, normalkah?


https://commons.wikimedia.org

Pernah punya teman yang susah bedakan kiri dan kanan? Atau jangan-jangan kamu sendiri yang begitu.

Iya, saya juga.

Dibilang kelainan, kelemahan, penyakit, kayaknya engga juga deh. Tapi memang saya sulit mengontrol otak untuk mengsinkronisasikan kondisi dan pikiran mana kiri mana kanan.

Gini deh, misalnya lagi naik kendaraan terus sopirnya nanya "Kiri apa kanan Mba?"
Saya bisa reflex bilang "Kiri" padahal maksudnya ke kanan. Atau sebaliknya

Atau Saya butuh waktu persekian detik untuk fokus, maksudnya ke arah kiri, atau ke arah kanan. Baru bisa jawab dengan benar

Bahkan nih, saya nyetir sendiri pun susah. Terutama kalo kondisi mundur. Maksud ke kiri dan muterin tangan ke kanan tuh butuh waktu mikir dulu. Dan seringnya salah.

Ada yang gini juga ga?

Hasil googling dan baca-baca artikel, ternyata banyak juga yang begini.

Menurut Penelitian menjelaskan bahwa orang yang tidak bisa membedakan antara kanan dan kiri mengalami proses yang kompleks. Ini karena banyak elemen yang mempengaruhi sosok ini sehingga saat membedakan kanan dan kiri ia jadi kesulitan. Elemen tersebut di antaranya kemampuan sensorik, pengolahan informasi visual, skill bahasa, dan ingatan.

Ini ternyata berkaitan dengan zaman dahulu. Dulu kala pria bertugas sebagai pemburu sedangkan perempuan sebagai pengumpul makanan. Pria lah yang bertugas mencari mangsa untuk dimakan, sedangkan perempuan di tempat tinggalnya mengasuh dan melakukan hal lain. Perempuan lebih multitasking sehingga tidak memiliki patokan di salah satu bagian tangan. Karena itulah membedakan kanan dan kiri cukup susah bagi mereka.

Hmm jadi gitu

4 Juli 2019

Curhat Pertama 2019

https://www.pinterest.com/

Udah pertengahan tahun 2019 aja nih Guys

Kerjaan lancar?
Kuliah gimana kuliah?
Tetangga masih kepo gak?
Hubungan sama mertua aman?
Jadi, kapan nih mau nembak gebetan?
Sama mantan udah berhasil move on?

Ah kebanyakan nanya nih. Kadang hidup itu emang cuma buat nanya doang. Ohiya Sama ghibah.

Rasa peduli sama masalah hidup orang lain emang kadang suka lebih besar, dibandingkan introspeksi kesalahan diri sendiri.

Ini awal curhat tahun 2019
Lanjut tulisan-tulisan curhat selanjutnya yaa
Tunggu aja!