25 November 2011

Perenung sepi


Ada luka yang menyentuh hatiku, tiba-tiba.
Entah sebab apa, tak terlihat – namun sakitnya sangat terasa.
Aku meradang, lukaku semakin menganga,
Hari ini kembali aku kehilangan seorang teman,
Teman yang ku kenal belum terlalu lama.

Di depan siapa saja, aku adalah seorang yang terlalu ceria,
Berbicara tanpa berpikir,
Berbuat sembarang tak pernah peka keadaan.
Di mata siapa saja, aku wanita penebar tawa,
Tak lihat tempat, tak perhatikan suasana.
Mereka menganggap senyum dan cerita cintaku ada di mana-mana.

Aku adalah perenung, yang kesepian.
Meluapkan sepiku dengan senyuman.
Sebelum malam kembali mengutukku dalam kesendirian.
Aku rapuh dan mudah jatuh,
Gampang tersentuh, lantas air mata jatuh tanpa ragu.

Kerap kehilangan teman karena tak paham akan hidupku,
Itu aku terima.
Sudah menjadi kebiasaan karena kebodohan yang aku lakukan.
Maaf, teman apapun yang kamu katakan,
Aku tak seperti yang kau pikirkan.
Aku hanya seorang wanita perenung, yang kesepian.

19 November 2011

Rindu, Merindu

1
Setelah melirik beberapa buku puisi,
mengeja perhuruf dan merafal perkata.
Tak jua kutemukan makna yang lebih puisi
melebihi rindu yang berlalu lalang dikepalaku, tentangmu.
Meski kerap ku caci maki.

2
Aku tak cukup senang ketika bahkan harus membohongi diri sendiri
fakta betapa aku ingin memberitakan,
aku mencintaimu, ingin memilikimu, seperti mereka.
Tapi apa pengaruhnya, ketika lantas tautan rinduku melebihi dari itu.
Disaat itulah, ketidak senanganku berubah jadi haru.
Betapa cinta kita tulus bertaut tanpa dunia harus tahu.
Bukan begitu?

3
Mengendap-endap mendoakanmu, diam-diam mencintaimu, selalu.
Tanpa kau tau, atau tak pernah terpikirkan besarnya olehmu.
Lebih dari itu, meski siapapun tak tahu, rindu kita tlah lama bersatu.
Hanya menunggu waktu, untuk menyematkan kecup pagi di balik dasi kerjamu,
bukankah hal itu yang kita mau?

17 November 2011

-RAPUH- 'bukan judul lagu'

Bukankah kita pernah melampaui masa itu bersama?
Masa dimana, kecewa dan bahagia kita telan berdua.
Bebatuan penghalang kita anggap penghias jalanan,
Rimbun pohon itu kita jadikan peneduh dikala hujan,
Berdua saja.


Bukankah, kau dan aku pernah mengikat pita biru suatu masa
Di kiri lengan yang kau bilang pertanda setia
Di terang lampu taman, dan teriakan penjaja makanan.
Kita hanya tersenyum dan kau merangkulku dan tak ingin melepaskan,
Berdua saja.

Masa itu hanya pernah kita lalui bersama,
Pernah, dan tidak lagi, kini.
Ketika bebatuan mulai tersingkir dari tepian jalanan
Ketika rindang pohon terpangkas dan daunnya berguguran
Itu, Masa lalu


Ketika pita biru kini jadi kelabu dan  putus simpul
Ketika lampu taman tak lagi memantul,
Aku duduk disitu, tanpa kau rangkul
Lampu meredup, hujan mulai turun, tak ada pohon tempat berteduh,
Aku terjatuh, sebab kerikil kecil, bahkan bukan batu.
Rapuh, tanpamu.

16 November 2011

Diam-diam merindu

merenda kelam

Ketika malam lebih hangat dari biasanya,
mungkin saat itu aku sedang merindukanmu.
Atau kau yang tiba-tiba merindukanku.
Atau juga rindu kita saling bertemu,
dan masing-masing diantara kita tiada yang tau.
Apa kau berpikir begitu?

Atau,

Ketika malam ini bahkan kau tak lagi bergumam tentangku,
percayalah aku baik-baik saja.
Mungkin hanya ada sedikit keadaan yang tak biasa,
aku bisa menghadapinya.

*Begitulah keadaan orang yang mengagumi seseorang secara diam-diam.

15 November 2011

Notebook BARBIE

Sedang serius (ng)info, mohon disimak J

Aku adalah satu dari milyaran wanita penggila barbie. Yup, jika menyimak sudah banyak postinganku mengenai boneka cantik itu. Dan, kali ini aku akan menginfokan bahwa Mattel atau sang pembuat Barbie, ternyata akan memproduksi LAPTOP atau NOTEBOOK, yang bekerja sama dengan Samsung.

Samsung Korea memperkenalkan edisi special X170 CULV notebook Barbie dengan dua warna: Pink (NT-X170-BABIP) dan Hitam (NT-X170-BABIB). Dengan ukuran 11.6-inch Intel Core 2 Duo SU7300, CULV processor running 1.3GHz, 4GB of RAM.

Huwaaaaah, aku nangis kejang-kejang demi mendengar berita terbaru dari Mattel beberapa hari lalu. Notebook  tersebut konon baru diluncurkan Maret 2011 kemarin. Aku sih gak terlalu peduli gadget yang mengisinya, karena cenderung ga paham. cuman, yang namanya maniac Barbie, apapun benda yang berhubungan dengan 'dia', pasti selalu bikin aku mupeng dan hasrat ingin memilikinya lebih dahsyat dari apapun yang ada di dunia ini (keterlaluan bahasanya) oke, tapi emang itu yang sedang meracuni otakku sekarang. Bagaimanapun caranya aku harus beli notebook itu, HARUS...!!!

Tapi apa daya, ternyata lumayan mahal L, harga kemunculan perdana diperkirakan 960.000 Won atau sekitar 8,5 juta rupiah. Musti nabung banyak dulu buat dapetin notebook cantik itu...!!!

Ini dia dua tampilan yang bikin aku nangis darah seminggu, ga enak makan ga enak tidur...!!!

ya ampuuunn Tuhannnn, aku mauuuuu.... *nangis di pinggir gerobak bakso*

Kenang, kenangan

*Kisah masa lalu--permintaan sahabatku



Mungkin memang ini keputusan terkahir yang harus kuambil, dengan tanpa paksaan sedikitpun dari pihak manapun,
Ku putuskan untuk melupakanmu, melupakan perasaanku, melupakan perasaanmu, melupakan kenangan indah, melupakan sakit hati, melupakan kasih sayang, melupakan semua,, semuanya

Banyak sudah cerita yang pernah kita lalui bersama, cerita yang semakin membuat aku hanyut dan melupakan sejenak akal sehatku,, ketika di dekatmu, naluriku, jiwaku, pikiranku, semua dikuasai oleh nafsu, bahkan tanpa mempedulikan jerit hati kecilku,, ..!!!
Aku ‘pernah’ mengagumimu, mencintaimu, mengidolakanmu,, tapi sungguh tak ada niatan sedikitpun dalam hatiku untuk bisa memilikimu, jiwamu, hatimu, ragamu, tidak,,,


Aku ‘pernah’ mencintaimu tulus, dan aku akan melupakanmu dengan cara yang tulus,,
Setelah semua terjawab waktu dan aku semakin mengerti dirimu,, Ternyata aku memang hanya mengagumi fisikmu, bukan hatimu, bukan kepribadianmu,, sungguh saat itu aku telah dibutakan oleh ragamu, oleh wajahmu, oleh sikapmu,,
Tak menyesal aku per nah dekat denganmu, yang aku sesalkan adalah karena aku tak bisa menahan hawa nafsuku saat bersamamu,, bodohnya aku,, bodoh..!!!


Kini, setelah aku mengetahui siap dirimu, pernah sejenak menyandarkan bahuku, merasakan hangat pelukmu, menatap kedua bola matamu dengan begitu dekat, semakin aku merasakan sesuatu yang memaksaku harus menjauh, melupakan semua tentangmu, menghapus sebaris cerita yang pernah ku tulis dalam garis kehidupanku. Selamanya,,


Cinta,, perlahan mulai menjauh dari kehidupanku, kembali membawa jiwaku masuk menggunakan akal sehat,, tak ingin kusentuh lagi kebiadaban yang pernah ku lakukan bersamamu, bersama siapa saja,, aku ingin kembali merasakan sucinya hati tanpa noda,,
Alloh,, ampun aku...!!!!!

Senja milik Gadis Kecil

Jelang senja yang kabut,
sedang gerimis menetes di sepasang mata gadis kecil, dengan gigil
Di bawah rindang dedaun yang dihinggapi riuh kicau burung.
Mereka sama, menanti tangan hangat yang lebih dewasa,
bersedia memeluk dan merengkuhnya di bawah hujan,
yang menderas perlahan.

8 November 2011

Rindu

Cerita Langit

Mentari senja setia menyimpan sebuah rahasia,
Tentangku, yang diam-diam merindukanmu
Setiap waktu
Tanpa siapapun tau
Untukmu...

5 November 2011

AYA's NOTES


Cinta terpendam
Wewangian rindu yang dulu,
Kini membusuk
Terlalu lama kupendam; diam-diam

Ketiadaan
Serupa merindukan pelangi di malam hari,
Meski menangis darah
Tak jua warna warni itu kudapati

Pengaduan
Adalah puisi;
Altar sembahyang para penyair
Menumpahkan segala rindu
Yang  tak sempat ia tafsir

4 November 2011

AYA's NOTES


Tuhan dan Seniman

Penyair itu (terkadang) ingin disejajarkan sebagai Tuhan;
Untuk anak-anak puisi mereka
Aku iri pada semua, semua penyair
Yang menduduki tahta tertinggi dalam kala mensucikan cinta

pepatah sajak

Butuh derita, atau sedikit sakit hati
Maka penyair mampu mencipta sebuah puisi.
Sedang aku, cukup lebih dalam mengenalmu
Seketika, ku temukan bait-bait baru.

pencitraan makna

Sesekali biar bibirku memaknai segala bahasa
Tidak melulu kata-kata yang ku susun dan ku eja tuk merafal arti cinta.

kekasih dan hujan

Senja berawan,
Kita saling berangkulan di saat hujan.
Kau payungi aku dengan segenap rindu
Aku berlindung di dekap bahumu
Langitpun cemburu

sajak yang terbuang

Adalah angin;
Yang bergerak perlahan.
Membawa kenangan beserta kesakitan,
Akan dirimu, akan kisah masa lalu.

sebait doa untuk cinta

Berharap jatuh pada cinta yang benar-benar baik
Tak perlu takut kekurangan apa-apa,
Tuhan akan memberikan segalanya.

pesan untuk Dia

Sesekali ingin aku merundingkan sesuatu dengan Tuhan,
Memperbincangkan jodohku, misalnya.
penasaran