3 Januari 2012

Puisi Ketiga: Faim

Puisi Ketiga Penyair Besar Arthur Rimbaud:
"Faim - Lapar"

FAIM

Si j’ai du goût, ce n’est guère
Que pour la terre et les pierres.
Je déjeune toujours d’air,
De roc, de charbons, de fer.

Mes faims, tournez. Paissez, faims,
Le pré des sons.
Attirez le gai venin
Des liserons.

Mangez les cailloux qu’on brise,
Les vieilles pierres d’églises ;
Les galets des vieux déluges,
Pains semés dans les vallées grises.

*

Le loup criait sous les feuilles
En crachant les belles plumes
De son repas de volailles :
Comme lui je me consume.

Les salades, les fruits
N’attendent que la cueillette ;
Mais l’araignée de la haie
Ne mange que des violettes.

Que je dorme ! que je bouille
Aux autels de Salomon.
Le bouillon court sur la rouille,
Et se mêle au Cédron.

*

LAPAR


Jika ku berselera, tak lain ku ingin
Kecuali tanah dan batu batu
Ku makan sarapan selalu udara,
Batu karang, besi, batu bara.

Lapar ku, beralih. Tersisih, lapar,
Rerumputan nada suara.
Terpikat ular berbisa
Dari dalam belukar.

Makan lah bongkah batu yang dipecah belah,
Batu batu tua gereja ;
Gumpalan dari bencana banjir zaman dahulu,
Roti roti terpendam di lembah kelabu.

*

Serigala memekik di bawah rumpun dedaunan,
Seraya memuntah kan bulu bulu indah
Ayam santap-lahapannya :
Serupa itu pula aku menelan hidangan.

Sayuran, buah-buahan
Tak lain kecuali menanti dipanen,
Tetapi labah-labah jerami
Tak lain yang dimamah kecuali bunga terlemah.

Apakah ku tertidur! ataukah ku rebus
Di altar Salomon
Rebusan mengalir deras di saluran
Dan bercampur baur dalam Céderon.

Share this

1 Response to "Puisi Ketiga: Faim"

  1. suka banget sama Arthur Rimbaud dan karya karyanya nyari bukunya saja sampai sulit dan tidak pernah dapat, thank you banget blog ini udh mengepos karyanya arthur rimbaurd :D

    Berharap, nanti ngepost yang banyak tentang karya-karyanya arthur rimbaurd. :)))

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan pesan di sini: