Charles Baudelaire: Correspondances

Januari 03, 2012

Selain Arthur Rimbaud, adalah Charles Baudelaire juga seorang sastrawan Prancis yang memiliki kata-kata istimewa. Selain pandai bersajak, ia pun terkenal dengan bagaimana cara memilih dan memilah kata dengan bijaksana, seperti kutipan tulisannya berikut ini
« Tu m’as donné ta boue et j’en ai fait de l’or. » 
Kau berikan aku lumpur maka kan kuubah jadi emas.
 Berikut adalah salah satu puisi beliau yang berjudul Correspondances yang diartikan Kesejajaran

Correspondances

La Nature est un temple où de vivants piliers
Laissent parfois sortir de confuses paroles ;
L’homme y passe à travers des forêts de symboles
Qui l’observent avec des regards familiers

Comme de longs échos qui de loin se confondent
Dans une ténébreuse et profonde unité,
Vaste comme la nuit et comme la clarté,
Les parfums, les couleurs et les sons se répondent.

Il est des parfums frais comme des chairs d’enfants,
Doux comme les hautbois, verts comme les prairies,
- Et d’autres, corrompus, riches et triomphants.


Ayant l’expansion des choses infinies,
Comme l’ambre, le muse, le benjoin et l’encens,
Qui chantent les transports de l’esprit et des sens.

*

Kesejajaran

Alam adalah pagoda di mana tiang tiang penopang hidup
Kadang kala mengumbar ujar kata samar-samar ;
Manusia berjalan melintasi hutan hutan simbolisma,
Yang dipandang dengan tatapan biasa mata.

Bagaikan gema panjang dari jauh terdengar membingungkan.
Dalam kegelap-gelitaan di kedalaman kesatu-paduan,
Luasnya seluas malam dan terangnya cerlang cemerlang,
Wewangian, warna warni dan suara sahut bersahutan.

Adalah wangi wewangian segar tak ubah daging bocah,
Lembut bagai seruling, hijau bagai padang rumput,
Dan yang lain lain, korup, kaya dan menang,

Dengan melebar-luas apa apa tanpa batas,
Seperti batu ambar, kesturi, kemenyan dan setanggi
Yang menyanyikan gejolak jiwa dan cita rasa.

You Might Also Like

0 comments

Silahkan tinggalkan pesan di sini: