20 Juni 2011

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒketika KEYAKINAN kita BERBEDAƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ


Berbeda suku, beda pendapat, beda persepsi, mungkin aku masih bisa menyesuaikan. namun, jika bicara mengenai 'agama',, maaf kita tak mungkin bisa sejalan. karena aku butuh 'imam' yang membimbingku, bukan lagi mengenalkan Tuhanku padamu.


Ketika pertama kali ku mengenalmu, aku tak pernah punya perasaan lebih. Jadi aku harap, ketika aku menjauh darimupun aku tak meninggalkan perasaan apa-apa.
Kita begitu jauh, kecuali kau mau menyesuaikan langkahmu bersamaku, berjalan bersama menjalani hidup ini dengan cinta kasih Tuhanku…

Tapi rasanya tak mungkin, kau terlalu hanyut dalam kehidupanmu yang sekarang. Dan aku tak ingin merusak atau merubah semua yang telah menjadi keputusanmu. Karena akupun tak ingin ada orang yang merubah keputusanku..

Aku ingin kembali dekat dengan Tuhanku, tanpa ada beban, dan rasa bersalah yang membuat aku semakih hari semakin takut menghadapi dunia ini. Aku ingin kembali menjadi kekasih yang dicintai Tuhanku. Aku tidak ingin ada orang lain yang lebih disayangi_Nya melebihi kasih sayang_Nya padaku. Aku merasa marah, aku cemburu, pada orang-orang yang dekat dengan_Nya, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa ketika kau masih ada dalam lingkungan hidupku.

Perpisahan memang jalan yang terbaik, ketika aku merasa kau tak bisa mengikuti langkahku. Seandai kita bisa bersatupun, aku ingin tidak ada keterpaksaan menaungi hubungan kita. Selama ini aku baru menyadari, kita sama-sama maksa dengan hubungan ini, padahal tidak pernah ada kecocokan diantara kita.

Aku mohon maaf, telah mengganggu pikiranmu, pernah merusak hubunganmu, pernah memasuki hari-harimu.
Aku tak bisa membalasnya dengan apapun. Mungkin aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri.
Yaitu “dengan tidak pernah mengganggumu lagi”.



Share this

2 Responses to "Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒketika KEYAKINAN kita BERBEDAƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ"

  1. dalam cerita ini sipenulis serasa pasrah akan keadaan yang dialaminya, namun apakah yang di tuju si penulis memiliki perasaan yang melebihi dari si penulis...??
    bisa saja si dia menginginkan kepercayaan dan kesetiaan untuk bersama bukan karena memaksakan...
    :)

    BalasHapus
  2. Aku telah membuktikan janjiku dengan menjadi satu bagian denganmu seutuhnya,, tak ada lagi halangan

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan pesan di sini: