Rumah Idaman #bukaniklan

September 13, 2012

surga kecil
Karena 70% otak saya dipekerjakan untuk “berkhayal”, maka saya ingin  menulis beberapa khayalan dan keinginan saya di sini, sekarang

Barangkali beberapa orang tidak tahu (atau memang tidak harus tahu) bahwa betapa saya mencintai berkebun sama seperti saya mencintai menulis. Tidak sedikit waktu yang saya habiskan untuk berpikir tentang kebun seperti apa yang saya ingin miliki, nanti.

Terbayang tidak sih, ada banyak yang bisa dimanfaatkan dari hasil tanaman sendiri. Wangi bunga setiap hari, mau masak ini tinggal petik, mau masak itu tinggal berlari ke kebun belakang rumah mungil, ya Rabb itu surga kecil dalam imajinasi saya yang tak habis-habis.

Izinkan saya berandai-andai, kelak, saya ingin memiliki taman di sekeliling rumah yang luas. Akan dengan sepenuh hati saya tanami bunga, sayuran atau apapun yang bisa ditanam. Wangi aroma bunga mekar atau tetes embun yang menempel di dedaun setip saya membuka mata, itu bisa membuat saya tergila-gila. Saya akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengurus dan merawat kebun-kebun saya. Barangkali itu sebab saya berniat memutuskan untuk tidak bekerja setelah menikah.

Saya benar-benar akan ‘pensiun’ setelah berumah tangga, tidak bercanda, karena bagi saya yang terpenting dalam hidup adalah menciptakan surga kecil bagi suami dan anak-anak saya. Separuh hidup saya setelah ini, akan saya abdikan untuk menjadi ‘rumah’ tempat pulang yang nyaman bagi seluruh keluarga. Tidak khawatir akan merasa sepi karena bekerja di rumah itu jauh lebih menyenangkan. Merawat beberapa hewan peliharaan, bersedia membungkuk mengurus taman asri di bawah terik matahari, setiap sudut rumah kecil saya perhatikan sampai detail, menyiapkan makanan untuk anak suami, #iyainicurhatbanget

entah kenapa, saya jatuh cinta pada gambar ini
gerbang 'surga' kecil
Barangkali karena saya suka menulis, suka membaca, suka kucing, suka kebun, suka masak, suka makan, dan suka kamu. Itu sebab, saya memilih tidak ingin apa-apa lagi. Tidak ingin tinggal di kota yang ramai, tidak suka bising suara knalpot, tidak suka hiruk pikuk sumpah serapah ‘penguasa jalanan’. Saya ingin memiliki rumah mungil dan berisi cinta yang besar, perpustakaan kecil dengan buku-buku lengkap, sekeliling taman yang asri, rumah yang melahirkan anak-anak yang luar biasa,  ide-ide menulis terlahir dari suasana penuh damai.

Ada banyak yang ingin dituliskan, tapi nyatanya huruf-huruf hilang beterbangan bersama-sama dengan khayalan. Surga terindah dalam imajinasi saya :)

You Might Also Like

4 comments

  1. Amin, semoga terwujud mbk aya ^^

    BalasHapus
  2. amiinnn hihihi
    makasiiihhh :)))

    BalasHapus
  3. Aku juga mau banget, ay.
    Mauuuuu banget (˘̩̩̩^˘̩̩̩)

    BalasHapus
  4. Aya juga mau banget mbaaakkkkkkk... huwaaahhh :'( :'( :'(

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan pesan di sini: