17 Juli 2011

SAJAK UNTUK SEBUAH JASAD

Tanah itu masih basah, ketika kudekati perlahan
Taburan bunga tercium harum, saat aku duduk menyentuh nisannya

Ada yang bergetar
Bersamaan dengan suara yang tercekat
Tatapan tak bertujuan
Memandang yang tak terlihat

Derap langkah kaki pelayat menjauhi pusara yang terkubur dalam timbunan luka

Aku tak lagi terisak
Tangispun tak bisa tertumpah
Hanya memandang bersama diam

Di bawah gundukan tanah yang masih basah
Harapanku hilang bersama cintanya

Andai boleh aku berlebihan dalam ucap
“tak ada lagi guna aku hidup di dunia ini”
Karena satu-satunya alasan untuk tetap bertahan kini tak lagi bernyawa

Selamat istirahat, cinta

Share this

0 Comment to "SAJAK UNTUK SEBUAH JASAD"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan di sini: