Indonesia Terancam Resesi. Bagaimana Caranya bisa Gajian Sebulan Lima Kali di Masa Pandemi?

September 27, 2020



Breaking News:

“Sri Mulyani Pastikan Indonesia Resesi”

"Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ekonomi nasional resesi pada kuartal III-2020. Hal ini disampaikan setelah Kementerian Keuangan merevisi perkiraan angka pertumbuhan ekonomi tahun ini dari minus 1,1% hingga positif 0,2% menjadi minus 1,7% sampai minus 0.6%."


Baca berita ini, berbagai macam pikiran masuk dalam masing-masing kepala dan dapur rumah tangga siapa saja.

Jadi gimana? Apa yang harus kita lakukan?


Sudah tiga teman saya yang akhirnya melepas Sebagian harta kepunyaan yang memang masih dalam status hutang. Gak sanggup bayar cicilan. Sebagian lain, bahkan banyak orang yang di rumah pinggiran kota mencari pekerjaan apa saja, asal bisa makan.


Banyak banget yang butuh bantuan. Lalu bagaimana kita? Apa yang harus kita lakukan?


Ada beberapa type orang di masa sulit semacam ini, salah tiganya:

Berada di zona aman, acuh, tak peduli

Berada di zona empati, ringan berbagi

Berada di zona merah, butuh bantuan dari mana-mana, jual itu dan ini.


Memasuki bulan ke-sembilan di penghujung tahun 2020. Banyak yang menyebut ini adalah salah satu tahun tersedih, tahun segala sesuatu berubah tidak seperti apa yang pernah dibayangkan. 

Sepakat. Dunia dihantam virus Corona, yang menumbangkan berbagai macam bangunan rencana, mengubah kebiasaan, menghentikan karir, hingga meniadakan nyawa.


Tapi beginilah hidup, apapun yang terjadi. Jangan hanya sibuk mencari penyebab apalagi menyalahkan berbagai macam pihak. Qadarullah, semua yang terjadi atas izin Allah.


Udah lah, jangan kebanyakan mikir yang sedih-sedih. Dunia ini luas banget brader, sister, perluas langkahnya, perlapang sifat sabarnya, perbanyak rasa bersyukurnya.



Anyway, di sini saya mau menulis dari mana sumber untuk mengumpulkan uang lebih selama pandemi. Untuk apa sih uang banyak? Uang kan gak dibawa mati.


Iya, tapi manusia hidup tetap butuh uang banyak, dengan begitu bisa membantu orang lebih banyak. Tahu kan rasanya nikmat memberi? Nagih.


Belum lagi kebutuhan dan keinginan harian yang kadang emang selalu ingin diwujudkan. Makanya saya hoby nyari kesibukan buat kerja, kerja, kerja.


Berawal dari sebuah percakapan:

Q: "Kamu tuh suka banget kerja ya?"

A: "Banget" (saya mengangguk sambil mengunyah ricebowl creamy mushroom)

Q: "Apa alasan terbesar kamu punya banyak uang?"

A: "Supaya saya bisa membantu lebih banyak orang" (jawab saya singkat sambil membetulkan letak kacamata)

Q: "Pernah risih dengan pandangan orang yang sebelah mata?"

A: "Pernah banget. Manusiawi. Tapi itu dulu sekali. Sebelum saya menyadari kalau orang2 yang benar2 peduli selalu mendukung apapun yang saya lakukan. Kalo yang bicara orang luar apalagi yang baru kenal, who cares".

Q: "Terus gimana caranya nyari uang lebih banyak?"


Nah ini.


Saya akan membahas bagaimana cara saya menggali sumber mata uang supaya bisa gajian sebulan lima kali, selama pandemi.


1.      Gaji karyawan tetap

Beberapa teman yang baru kenal di komunitas, banyak yang menganggap saya sudah full time content writer. Padahal sehari-hari saya punya pekerjaan tetap sebuah media yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara di bidang telekomunikasi yang diklaim terbesar di Indonesia. Namanya anak buah perusahaan, ya sudah pasti gajian tiap bulan. Saya masih masuk jajaran para penghamba tanggal 25.



2.      Freelance Content Writer, Blogger

Di sela kesibukan saya sebagai seorang karyawan, seorang istri, dan seorang ibu, dengan kekuatan rembulan untuk mengatur waktu seefektif mungkin. akhirnya saya bisa mengambil banyak kesempatan untuk nulis freelance. Ada yang gaji perbulan, ada yang per-project. Ada dua website yang saya buatkan konten dan sudah digaji bulanan, dan 1 website yang cukup besar untuk dibuatkan artikel dibayar per-project. Atau product placement di blog. Pekerjaan ini kalau digabungin sudah bisa lah menyamai gaji bulanan karyawan fresh graduate. Karena saya ambil jobnya pun milih-milih, jangan sampe ganggu pekerjaan inti.


3.      Freelance Creative Content

Ini salah satu kolam kecil, bisa dibilang pendapatan recehan. Biasanya saya pilih freelance untuk creative content social media. Tapi ketika setiap bulan ada tiga social media yang di-handle. Kalau dikumpulin Alhamdulillah bisa buat jajan anak dan beli perabotan rumah.


4.      Sewa Alat dan Situs Freelancer

Bukan gaji bulanan, tapi job yang ini kadang paling besar pendapatannya. Saya gabung dengan pak suami, yang notabene juga bekerja di bidang kreatif foto/video. Selain menyewakan kamera professional untuk shooting, gak jarang kami pun kolaborasi nge-job dengan klien yang sama. Project dari sini Alhamdulillah sering dapetnya cucok. Kalau ngejaring kolam besar, dan waktunya pas, satu project bisa puluhan juta. Selain itu, saya juga masih aktif ambil job kecil-kecilan dari situs freelancer macam Fastwork, di sana bisa cairkan uang satu bulan dua kali. Kalau dapet klien yang besar, wah bisa-bisa uang gajian dari kantor mah gak kepake hehe.


Pertanyaannya, kenapa saya gak resign dari kantoran? Kenapa gak full time blogger atau jadi freelancer aja?


Bisa aja sih, asalnya sudah berniat mengajukan resign. Tapi qadarullah lagi, karena pandemi saya bisa kerja dari rumah. Gaji tetap. Dan saya masih bisa mengatur semua waktu sebaik mungkin untuk menghadle semuanya.


Ada yang nyinyirin karena kebanyakan kerja gak?


Mungkin ada, tapi saya gak terlalu peduli. Selama saya bisa menyeimbangkan waktu untuk bekerja dan keluarga. Tidak pernah kurang waktu untuk berkasih sayang anak dan suami. Bisa telpon orang tua dua hari sekali. Masih bisa jalan-jalan setahun dua tiga kali. Saya pikir jalan hidup orang tidak ada yang paling tahu selain yang menjalani. Benar bukan?


Dan kembali pada tujuan utama, selain saya bebas dan memiliki keleluasan untuk memiliki itu dan ini. Memiliki kelapangan uang itu bisa dengan mudah berbagi situ sini. Siapapun yang membutuhkan, dan Allah ridhai. Simple.


Masa' di saat begini masih ada aja orang yang sempet-sempetnya peduli dengan apa yang orang lain lakukan. Bukannya lebih baik fokus pada sekitar yang butuh bantuan?


Ah sudahlah, perhatikan saja orang yang benar-benar peduli. Jangan kebanyakan baperan. Hehe


You Might Also Like

2 comments

  1. Mangat terus bekerja. Biarin aja yang nyinyirrrrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahaayyyy, mangattt aah ceuuu, biar bisa beli skinker mahal untuk wajah glowing kayak eceuuu hahha

      Hapus

Silahkan tinggalkan pesan di sini: