Rindu, Merindu

November 19, 2011

1

Setelah melirik beberapa buku puisi,
mengeja perhuruf dan merafal perkata.
Tak jua kutemukan makna yang lebih puisi
melebihi rindu yang berlalu lalang dikepalaku, tentangmu.
Meski kerap ku caci maki.

2
Aku tak cukup senang ketika bahkan harus membohongi diri sendiri
fakta betapa aku ingin memberitakan,
aku mencintaimu, ingin memilikimu, seperti mereka.
Tapi apa pengaruhnya, ketika lantas tautan rinduku melebihi dari itu.
Disaat itulah, ketidak senanganku berubah jadi haru.
Betapa cinta kita tulus bertaut tanpa dunia harus tahu.
Bukan begitu?

3
Mengendap-endap mendoakanmu, diam-diam mencintaimu, selalu.
Tanpa kau tau, atau tak pernah terpikirkan besarnya olehmu.
Lebih dari itu, meski siapapun tak tahu, rindu kita tlah lama bersatu.
Hanya menunggu waktu, untuk menyematkan kecup pagi di balik dasi kerjamu,
bukankah hal itu yang kita mau?

You Might Also Like

0 comments

Silahkan tinggalkan pesan di sini: