4 November 2011

AYA's NOTES


Tuhan dan Seniman

Penyair itu (terkadang) ingin disejajarkan sebagai Tuhan;
Untuk anak-anak puisi mereka
Aku iri pada semua, semua penyair
Yang menduduki tahta tertinggi dalam kala mensucikan cinta

pepatah sajak

Butuh derita, atau sedikit sakit hati
Maka penyair mampu mencipta sebuah puisi.
Sedang aku, cukup lebih dalam mengenalmu
Seketika, ku temukan bait-bait baru.

pencitraan makna

Sesekali biar bibirku memaknai segala bahasa
Tidak melulu kata-kata yang ku susun dan ku eja tuk merafal arti cinta.

kekasih dan hujan

Senja berawan,
Kita saling berangkulan di saat hujan.
Kau payungi aku dengan segenap rindu
Aku berlindung di dekap bahumu
Langitpun cemburu

sajak yang terbuang

Adalah angin;
Yang bergerak perlahan.
Membawa kenangan beserta kesakitan,
Akan dirimu, akan kisah masa lalu.

sebait doa untuk cinta

Berharap jatuh pada cinta yang benar-benar baik
Tak perlu takut kekurangan apa-apa,
Tuhan akan memberikan segalanya.

pesan untuk Dia

Sesekali ingin aku merundingkan sesuatu dengan Tuhan,
Memperbincangkan jodohku, misalnya.
penasaran

Share this

0 Comment to "AYA's NOTES"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan di sini: